Pemkab Buton Libatkan 40 Penjahit Untuk Produksi Masker

PUBLIKSATU - Pemerintah Kabupaten Buton membuat masker secara mandiri untuk masyarakat dalam rangka mengantisipasi pendemi virus corona di teritorinya.
Upaya mandiri ini ditempuh setelah Pemkab Buton mengalami keterbatasan stok untuk merelaisasikan imbauan pemerintah agar setiap masyarakat mengenakan masker.
Keterbatasan stok ini disebabkan tingginya kebutuhan dan penggunaan di tengah wabah corona sehingga membuat ketersediaan di pasaran juga kian langka.
Bupati Buton, La Bakry menjelaskan untuk produksi masker, pihaknya merelokasikan anggaran untuk sejumlah dinas. Untuk pembuatan masker ini diberdayakan sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
"Persediaan masker sekarang terbatas. Nah, Kita ada ruang fiskal untuk itu dengan realokasi. Jadi di beberapa dinas yang ada itu kita libatkan UMK di sini tukang jahit semua. Jadi karena bolehkan masyarakat biasa boleh pakai kain," ujar dia kepada sejumlah wartawan usai mengikuti video confrence di gudung A, lantai 2, Kompleks perkantoran pemkab Buton, Selasa (7/4/2020).
La Bakry menjelaskan pembuatan masker ini sedang dalam proses pengerjaan. Nantinya, bila selesai akan didistribusikan ke masyarakat. Terutama di pasar.
Nah, olehnya itu, La Bakry mengimbau masyakarakat yang beraktifitas di pasar sudah diharuskan mengenakan masker untuk bisa melindungi diri dan orang lain.