Sistem Pencernaan Ternyata Pengaruhi Mood dan Mental
Bagikan

PUBLIKSATU – Saat tegang, stres dan demam panggung, biasanya bisa menimbulkan rasa tak enak pada perut. Ternyata memang ada konektivitas antara dampak suasana mental, otak, dan dengan sistem pencernaan.
Sistem komunikasi atau koneksi antara sistem pencernaan dengan otak disebut gut-brain axis. Kedua organ ini terhubung baik secara fisik maupun biokimia dengan beberapa cara berbeda.
Usus manusia mengandung 10 hingga 100 triliun mikrobiota, atau hampir 10 kali lebih besar dari jumlah total sel dalam tubuh manusia. Mikrobiota usus memainkan peran penting dalam komunikasi dua arah antara usus dan sistem saraf pusat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota usus dapat memengaruhi fungsi otak melalui jalur neuroimun dan neuroendokrin serta sistem saraf. Sehingga perubahan jumlah dan koloni mikrobiota usus dapat memengaruhi mental atau suasana hati.
“Mikrobiota usus akan menghasilkan ratusan neurokimia yang digunakan otak untuk mengatur proses fisiologis dasar serta proses mental seperti proses belajar, memori, dan suasana hati,” ungkap Peneliti dari FibreFirst, Nourmatania Istiftiani kepada JawaPos.com, Kamis (16/4).
Oleh sebab itu, mikrobiota usus dapat menjadi pengatur utama dalam suasana hati, rasa sakit, dan juga fungsi kognitif. Mikrobiota usus dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, cara persalinan, diet atau pola makan, penggunaan antibiotik, serta konsumsi probiotik dan prebiotik.
Dua jenis microbiota usus, yaitu Coprococcus dan Dialister, tidak ditemukan pada individu yang mengalami depresi, tetapi tetap ditemukan pada individu dengan kualitas hidup yang baik. Beberapa orang yang mengalami masalah di sistem pencernaan lebih berisiko mengalami
gangguan mental.