Internasional

Dokumen Intelijen Dari Lima Negara Bocor, China Menipu Dunia Lewat Virus Corona

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 3 Mei 2020 00:17 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dokumen Intelijen Dari Lima Negara Bocor, China Menipu Dunia Lewat Virus Corona
Ilustrasi penanganan virus corona

PUBLIKSATU - Sebuah berkas penelitian yang disusun oleh aliansi intelijen dari lima negara (Five Eyes) bocor. Disebutkan, China dengan sengaja menyembunyikan atau menghancurkan bukti wabah virus corona yang menyebabkan hilangnya puluhan ribu nyawa di seluruh dunia.

Dokumen setebal 15 halaman dari badan-badan intelijen dari lima negara itu, Amerika, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru menyatakan bahwa rahasia yang disimpan China terkait wabah corona sama dengan 'serangan terhadap transparansi internasional'.

Dokumen tersebut menyentuh tema-tema yang telah dibahas dalam laporan media tentang wabah virus.

Juga terkait penolakan awal oleh China bahwa virus dapat ditularkan di antara manusia, pembungkaman atau 'menghilangnya' dokter yang mencoba untuk berbicara, hancurnya bukti di laboratorium, dan penolakan untuk memberikan sampel langsung kepada para ilmuwan internasional yang bekerja mendalami soal vaksin.

Secara khusus, mulai 31 Desember, file tersebut mencatat bahwa China mulai menyensor berita virus di mesin pencari dan media sosial.

Termasuk menghapus istilah 'variasi SARS', 'pasar Seafood Wuhan' dan 'Wuhan Unknown Pneumonia', seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (2/5) Tiga hari kemudian, pada 3 Januari, Komisi Kesehatan Nasional China memerintahkan sampel virus untuk dipindahkan ke fasilitas pengujian yang ditunjuk atau dimusnahkan, secara dia-diam tanpa publikasi.

Pada 5 Januari, Komisi Kesehatan Kota Wuhan berhenti merilis pembaruan harian tentang jumlah kasus baru dan tidak melanjutkannya selama 13 hari.

Bagikan