Berita Terkini
Baubau

IMM Kota Baubau Sebut Potongan 15 Persen SPP UM Buton belum Sesuai

Oleh Admin Publiksatu · Selasa, 12 Mei 2020 03:16 WIB · 2 menit baca
Bagikan
IMM Kota Baubau Sebut Potongan 15 Persen SPP UM Buton belum Sesuai

PUBLIKSATU, BAUBAU - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang kota Baubau hari ini melakukan audience bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UM.Buton) membahas keresahan mahasiswa terkait pemotongan biaya SPP.

Dalam audince itu IMM meminta kepada pihak rektorat untuk memberikan pemotongan SPP 50 persen dan membiayai kuota internet mahasiswa selama kuliah online.

Namun, hasilnya pihak kampus hanya memberi pemotongan 15 persen untuk biaya SPP dan memberikan keringanan kepada mahasiswa untuk menyicilnya.

Pemotongan 15 persen dirasa masih tidak sesuai dengan tuntutan mereka. "Usai audience tadi kami yang tergabung dari seluruh komisariat UM.Buton melakukan evaluasi. hasilnya kami masih keberatan dan belum sesuai dengan tuntutan kami. Seharusnya Universitas Muhammadiyah Buton memberikan kebijakan yang lebih ditengah kondisi virus korona ini. Jika kita melihat dari apa yang disanggupi oleh pihak kampus dalam pemberian subsidi kuota dan dialihkan pada pemotongan SPP rasanya kurang pas," ucap La Ode Suwardin Ketua Komisariat IMM fakultas Hukum sekaligus koordinator Audience pada senin (11/05/2020) di gedung Rektorat UM.Buton.

"Pemberian subsidi kuota kepada mahasiswa tersebut untuk mengganti beban tambahan mahasiswa dalam mengikuti penyelenggaraan proses belajar mengajar mahasiswa melalui via dering. Berbeda dengan pemotongan SPP yang tentu jalurnya dan peruntukannya berbeda," tambahnya.

La Ode Suwardin juga mengatakan akan melakukan aksi jilid dua untuk mempresur masalah tersebut. "Saya sebagai Kodinator lapangan pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-Universitas Muhammadiyah akan tetap mempresur tuntutan kami pada jilid-jilid selanjutnya tetap dalam gerakan korona jilid 2 konsorsium revolusi narasi ikatan mahasiswa Muhammadiyah," tegasnya.

Penulis: Darno

Bagikan