Waspada, Banyak Orang Terpapar Covid-19 Namun Tidak Terlihat Sakit, Achmad Yurianto: Pembawa Virus Susah Kita Dapatkan
Bagikan

PUBLIKSATU - Kasus terkonfirmasi positif virus corona baru (Covid-19) per hari ini, Kamis (21/5) adalah yang tertinggi selama hampir tiga bulan sejak pandemik asal Wuhan, China ini masuk ke Indonesia. Penambahan kasus jumlahnya mencapai 973 orang.
Penambahan kasus ini menggenapi total kasus positif di dalam negeri menjadi 20.162 orang terinfeksi.
Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, peningkatan disebabkan banyaknya carrier atau orang yang membawa virus masih berkeliaran di lingkungan masyarakat, dan belum teridentifikasi oleh pemerintah.
"Yang kita lihat siapa yang membawa penyakit ini susah untuk bisa kita dapatkan," ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menyebutkan, kelompok rentan menjadi korban yang terkena infeksi pembawa virus yang tak terdeteksi tersebut, atau biasa disebut orang tanpa gejala (OTG).
"Peningkatan hari ini adalah peningkatan yang tertinggi. Maka dari itu mari kembali kepada hal yang mendasar, bahwa kasus baru ini muncul akibat adanya kelompok rentan, yang tertular orang lain yang membawa penyakit ini," tuturnya.
Oleh karena itu, Achmad Yurianto kembali mengingatkan masyarakat untuk displin menerapkan protokol kesehatan. Misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik, memakai masker, menjaga jarak, menghindari berkerumunan dan tetap berada di rumah.