Penanganan Covid-19 Dinilai Makin Tidak Jelas Dengan New Normal
Bagikan

PUBLIKSATU - Pemerintah dalam mencanangkan tatanan kehidupannew normal atau era normal yang baru di tengah pandemi Covid-19 dinilai tidak tepat dan semakin menunjukkan ketidakjelasan pada penanganannya.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis. Menurutnya, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan yang besar di tengah kasus positif Covid 19 di Indonesia yang terus bertambah setiap harinya.
“Langkah pemerintah ini (new normal) memperjelas ketidakjelasan road map penanganan Covid-19 makin samar. Membiarkan masing-masing Individu bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Jadi di mana letak hadirnya negara dalam melindungi hajat hidup rakyatnya?” ujar Iksan kepada wartawan, Sabtu (30/5).
Selain itu, lanjut Iskan, langkah pemerintah ini bentuk disimplikasi lantaran kurva Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda melandai. Sebut saja per 28 Mei 2020, terjadi penambahan 687 kasus, sehingga totalnya hingga kemarin ada 24.538 kasus COVID-19 di Indonesia.
Belum lagi, lanjutnya, dalam pidatonya jokowi menyarankan kepada rakyat Indonesia untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan Virus Covid-19. Sepertinya pemerintah ingin melakukan terobosan baru dengan merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Iskan khawatir ketika mall-mall, supermarket, sekolah, dan pusat keramaian lainnya juga turut dibuka, maka ini akan menimbulkan potensi terciptanya cluster baru penyebaran wabah Covid 19 di Indonesia. “Jadi belajarlah dari Negara Perancis, begitu sekolah dibuka, 70 kasus baru timbul kembali,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Iskan mengatakan pemerintah untuk lebih dahulu konsep yang jelas, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat, dan lihat respon masyarakat.