PSSI Rencana Gulirkan Kompetisi Liga 1 2020, Klub Beda Pendapat
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA – Renacana digulirkannya kompetisi Liga 1 2020 oleh PSSI masih mendapat pertentangan pendapat dari sejumlah klub. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju.
Pengamat sepak bola Kusnaeni menyatakan, perbedaan pendapat soal kelanjutan kompetisi di masa pandemi korona seperti sekarang adalah hal yang lumrah. Jangankan di Indonesia, di negara-negara maju seperti Prancis dan Italia, hal itu juga terjadi. Bagi dia, faktor finansial jadi salah satu hal yang membuat perbedaan pendapat itu terjadi.
Nah, dia sangat paham pada suara mayoritas klub yang ingin kompetisi dihentikan. Faktor finansial jadi penyebab kenapa klub-klub tersebut meminta berhenti. ’’Tidak mudah bagi klub jika kompetisi dilanjutkan tanpa penonton. Hitung-hitungan bisnisnya pasti memberatkan klub,’’ tuturnya.
Belum lagi biaya tambahan dengan adanya pemberlakuan protokol kesehatan. New normal seperti apa yang harus dilakukan ketika bertanding lagi. ’’Sementara klub belum punya gambaran soal potensi tambahan pemasukan yang bisa digali saat ini,’’ tuturnya.
Karena itu, dia berharap, baik PT LIB selaku operator maupun PSSI sebagai federasi, tidak gegabah dalam memutuskan. Menghentikan kompetisi sama saja membawa aspek cukup buruk pada legal dan citra kelembagaan. Hal itu tentu tidak bisa dianggap enteng. Sebab, LIB sendiri ingin membangun citra baik setelah beberapa tahun ke belakang selalu negatif.
Menurut Bung Kus, idealnya memang sesuai dengan surat keputusan PSSI soal kelanjutan kompetisi. Yakni, menunggu status darurat dari pemerintah soal pendemi korona. Jika dicabut, mungkin bisa dipikirkan opsi melanjutkan. Jika ditambah, tentu penghentian jadi opsi terbaik. ’’Tapi, kalau BNPB dan Kemenkes bilang situasinya kondusif, sebaiknya dilanjutkan dengan syarat protokol kesehatan ketat. Toh, di negara lain terbukti bisa jalan dengan adanya protokol tersebut,’’ paparnya.
Sebab, bila kompetisi berhenti, tentu bukan hanya klub yang dirugikan. Pemain juga rugi. Selain tidak ada pemasukan, kondisi pemain pasti akan menurun. ’’Konsekuensi itu akan berpengaruh pada performa bermain mereka,’’ lanjutnya.