Kompetisi Berhenti, Dimas Galih Beralih ke Bisnis
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA – Kiper Persik Kediri Dimas Galih memutuskan berjualan camilan. Pasalnya, kompetisi Liga 1 2020 belum dilanjutkan.
Sejak manajemen Persik Kediri memutuskan meliburkan aktivitas tim pada 30 Maret lalu, hari-hari Dimas Galih banyak beralih ke dapur. Membantu sang istri Anggita Ratu Septiana membuat berbagai macam camilan kue kering untuk dijual.
Tidak hanya di dapur, pria 27 tahun itu juga harus menjadi tenaga marketing melalui media sosialnya. Menawarkan kue kering hasil kreasi sang istri. Dimas juga yang harus mengantarkan jualan tersebut kepada pembeli. ’’Belum online dan tidak jauh-jauh. Hanya ke tetangga dan rekan-rekan saja,’’ katanya.
Ya, Dimas memang jadi salah seorang pesepak bola yang sudah punya planning sebelum pandemi korona kian merebak di Indonesia. Dia sudah ancang-ancang ketika korona masih menyerang Jakarta. Sudah bersiap tatkala kompetisi belum diliburkan PSSI.
Alasannya, Dimas sadar korona bakal kian menyebar ke seluruh wilayah. Akan berpengaruh pada Liga 1, kompetisi yang diikuti klubnya. Dia sudah menduga pemasukannya dari sepak bola juga pasti berkurang.
Dugaannya benar. Pada 27 Maret lalu, PSSI mengeluarkan surat yang ditandatangani Ketua PSSI Mochamad Iriawan. Selain menjelaskan soal kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang dihentikan hingga 29 Mei, dalam surat tersebut ada opsi pemotongan gaji untuk klub. Klub diperbolehkan membayar para pemain dan pelatih maksimal 25 persen dari kontrak yang disepakati.
Ketika apa yang dia prediksi terjadi, Dimas langsung melakukan eksekusi rencana bisnisnya bersama sang istri. Kebetulan, Anggita punya hobi memasak dan jago membuat camilan kue kering. ’’Kan kompetisi juga belum jelas kapan lanjutnya. Saya sama istri akhirnya memutuskan untuk usaha kecil-kecilan. Yang penting ada pemasukan,’’ tuturnya.