Berita Terkini
Buton

Masuk Zona Merah, Pemkab Buton Tetap Sosialisasi New Normal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 9 Juni 2020 16:56 WIB · 2 menit baca
Masuk Zona Merah, Pemkab Buton Tetap Sosialisasi New Normal

PUBLIKSATU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberikan kewenangan kepada ratusan pemerintah daerah (pemda) untuk menerapkan tatanan normal yang baru atau 'new normal'. Ada 102 pemda diberikan kewenangan tersebut. Hal ini didasari atas kriteria epidemiologi.

Di Sulawesi Tenggara terdapat lima Kabupaten yang diberi kebebasan untuk menerapkan new normal. Termasuk Kabupaten Buton. Hanya saja, belakangan, dua warga di daerah penghasil aspal itu dinyatakan terkonfirmasi postif covid-19. Dengan adanya warga terpapar virus corona itu, kemudian merubah status Kabupaten Buton menjadi zonah merah.

Meski demikian, Bupati Buton, La Bakry menjelaskan penerapan new normal tetap harus di sosialisasikan. Sebab kata dia, seperti apa yang di sampaikan World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan dunia dan Presiden, Joko Widodo serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Munardo bahwa virus corona akan tetap hidup bersama manusia.

"New Normal ini kan memang harus kita sosialisasikan karena seperti yang di sampaikan WHO dan seperti yang disampaikan oleh Presiden dan ketua tim gugus tugas nasional bahwa virus corona ini dia akan tetap hidup bersama manusia di seluruh negara. Artinya dia tidak akan pernah hilang," ujar dia kepada sejumlah wartawan di kantornya, gedung A, lantai 1, kompleks perkantoran pemkab Buton, Senin (8/6/2020).

Olehnya itu, menurut dia new normal ini harus menjadi pengetahuan semua orang. Baik penyelenggara pemerintahan, masyarakat serta semua stakeholder lainnya harus memahami itu.

"Dan tidak mungkin kita lari lagi dari barang ini. Virus ini. Kan dia ada bersama kita, seperti virus-virus lain. Seperti virus HIV, demam berdara. Hepatitis, TBC, dan lain-lain itu semua sudah hidup bersama kita," ujarnya.

"Hanya dengan new normal ini kita menyesuaikan menjaga jarak. Memakai masker, cuci tangan, jaga kebersihan, jaga kesehatan, jaga jarak, itu aja. Dengan itu kita bisa terhindar dari tertulas atau menularkan," imbuhnya.