Berita Terkini
Sultra

Surat Keterangan Palsu Diduga Banyak Dipakai untuk Masuk Kolaka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 9 Juni 2020 22:10 WIB · 2 menit baca
Surat Keterangan Palsu Diduga Banyak Dipakai untuk Masuk Kolaka

PUBLIKSATU, KOLAKA - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kolaka, Abdul Haris Rahim menduga ada pihak tertentu di luar kabupaten Kolaka yang memanfaatkan momentum pembatasan keluar dan masuk Kolaka untuk kepentingan pribadi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Haris Rahim terkait banyaknya warga dari luar kabupaten Kolaka yang terpaksa dilarang melewati perbatasan karena surat keterangan kesehatannya dicurigai tidak resmi atau palsu.

Dihubungi melalui sambungan seluler, Haris yang juga salah satu koordinator Gustas Covid-19 kabupaten Kolaka semakin yakin dengan hal itu setelah tim Gustas kabupaten Bombana yang dipimpin Staf Ahli Bupati Bombana Bidang Pembangunan Ramsi bertemu dengan tim Gustas Kolaka di Posko perbatasan Kolaka-Bombana di kecamatan Toari, Kamis (4/6/2020) lalu.

"Saya yakin sekali itu dan indikasinya sudah kita temukan di lapangan. Malahan itu sudah dikemukakan waktu pertemuan dengan staf ahli bupati Bombana," kata Haris, Senin (8/6/2020).

Dengan beberapa indikasi dan besarnya peluang "dimainkannya" surat keterangan kesehatan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu, mantan kepala Kesbangpol itupun meminta jajaran perhubungan memperketat pengawasan, serta memperbanyak koordinasi.

"Teman-teman di Posko perbatasan sudah bekerja bagus, unsur TNI dan Polri dengan anggota kita di lapangan sudah menemukan surat keterangan mencurigakan. Pokoknya yang tidak jelas kita tolak masuk Kolaka," tegasnya.

"Saya sudah telepon pak Kadis perhubungan Bombana dia teman akrab kita, saya juga telepon Sekcam Rumbia (Bombana) saya sampaikan sikap kami utamanya terkait instruksi bupati Kolaka. Kami tidak ada kompromi soal pembatasan keluar atau masuk Kolaka," tambahnya. (p12)