Berita Terkini
Lifestyle

5 Kombinasi Obat untuk Eliminasi Corona

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Sabtu, 13 Juni 2020 20:39 WIB · 2 menit baca
5 Kombinasi Obat untuk Eliminasi Corona

PUBLIKSATU – Penelitian Universitas Airlangga bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memunculkan harapan baru untuk penanganan Covid-19. Kerja sama itu menemukan lima kombinasi regimen obat dan dua metode stem cell. Hasil penelitian menunjukkan, obat-obat tersebut mampu mengeliminasi virus korona dari pasien.

Lima obat itu selama ini sudah ada di pasaran. ”Indikasinya kemudian diperluas menjadi obat yang mempunyai efek sebagai antiviral dari SARS-CoV-2,” kata Ketua Litbang Stem Cell Unair Dr dr Purwati SpPD K-PTI FINASIM dalam paparan di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) kemarin (12/6). Obat-obat yang dikombinasikan adalah lopinavir/ritonavir dengan azithromicyn, lopinavir/ritonavir dengan doxycycline, lopinavir/ritonavir dengan clarithromycin, hydroxychloroquine dengan azithromycin, dan hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Lopinavir/ritonavir asalnya merupakan obat untuk membantu penanganan infeksi HIV. Kemudian, doxycycline adalah obat untuk penyakit akibat infeksi bakteri, sedangkan azithromycin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di organ tubuh. Clarithromycin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di saluran napas. Sedangkan hydroxychloroquine merupakan obat antimalaria.

Obat kombinasi dipilih karena punya potensi dan efektivitas yang bagus terhadap daya bunuh virus. Karena kombinasi, dosis yang diambil dari tiap-tiap obat menjadi lebih kecil. Bisa seperlima atau sepertiga dari dosis tunggal. ”Sehingga sangat mengurangi toksisitas obat tersebut di dalam sel tubuh yang sehat,” lanjut Purwati.

Lima jenis obat itu dipilih dari 14 regimen obat yang diteliti. Kemampuannya diteliti bertahap, mulai 24, 48, hingga 72 jam. Hasilnya, virus yang tadinya berjumlah ratusan ribu menjadi tidak terdeteksi.

Dengan kemampuan mengeliminasi sampai virus tidak lagi terdeteksi, regimen obat tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai penularan Covid-19. Menumbuhkan pula harapan agar semakin banyak kasus positif Covid-19 yang sembuh.

Obat yang digunakan sudah tersedia di pasaran. Alasan utamanya, obat-obat itu sudah melalui berbagai macam uji sebelum mendapat izin edar dari BPOM. Saat pandemi, dibutuhkan sesuatu yang bisa tersedia dengan cepat, tapi tetap dipertimbangkan efek dan keamanannya bagi pasien.