Lockdown tak Diberlakukan, Pakistan Bisa Kewalahan Tangani Covid-19

PUBLIKSATU – Pakistan mencatat penambahan dengan rekor tertinggi, yakni lebih dari 5 ribu kasus setiap hari. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dihapuskannya kebijakan Lockdown di negara mayoritas Islam itu.
Bahkan saat ini jumlah penderita Covid-19 di Pakistan hampir mencapai 140 ribu kasus dengan jumlah kematian 2.700 jiwa.
Hal ini terjadi setelah Pakistan melonggarkan lockdown dan masyarakat di sana mengabaikan protokol kesehatan. Jika dihitung secara epidemiologi, diperkirakan pada Juli nanti jumlah kasus bisa melonjak hingga 1,2 juta orang.
Menteri Perencanaan Pakistan, Asad Umar memperingatkan bahwa kasus-kasus negara itu telah mencapai jumlah yang mengkhawatirkan. Mereka khawatir dengan perhitungan para ahli.
“Perkiraan para ahli mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi dapat mencapai 300 ribu pada akhir Juni jika kita terus melanggar protokol kesehatan dan menganggap masalah ini ringan,” kata Umar kepada wartawan seperti dilansir dari Science Times, Selasa (16/6).
Seperti laporan Daily Mail, pihak berwenang telah meningkatkan upaya pengujian mereka, tetapi pengujian 25 ribu per hari yang dilakukan dianggap tidak cukup. Mereka menduga bahwa jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi bisa lebih tinggi dari 140 ribu kasus.
Menurut perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pakistan dapat mengalami peningkatan kasus lebih dari 800 ribu pada bulan Juli jika lockdown tidak diberlakukan lagi. Selain itu, badan kesehatan PBB itu kecewa dengan pencabutan pembatasan penguncian Pakistan yang dimulai pada 1 April hingga 22 Mei.