Berita Terkini
Internasional

Tiongkok Terus Perangi Covid-19 di Beijing

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 18 Juni 2020 01:56 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Tiongkok Terus Perangi Covid-19 di Beijing
Commuters wearing protective face masks to help curb the spread of the new coronavirus sit on the seat of a subway train in Beijing, Tuesday, June 16, 2020. China reported several dozen more coronavirus infections Tuesday as it increased testing and lockd

PUBLIKSATU – Tiongkok bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Penularan Covid-19 gelombang kedua. Tindakan cepat harus diambil karena lokasi ledakan penularan kali ini berada di ibu kota, Beijing. Situasi kian genting karena pertambahan pasien yang positif sudah di atas seratus orang.

’’Situasi epidemi di ibu kota sangat parah. Saat ini kami harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan persebaran Covid-19,’’ ujar Juru Bicara Pemerintah Kota Beijing Xu Hejian.

Dilansir Agence France-Presse, Selasa (16/6) ada penambahan 27 kasus baru. Selama lima hari terakhir, total ada 106 orang di Beijing yang positif tertular. Semuanya berhubungan dengan klaster Pasar Xinfadi. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan bahwa penularan di Provinsi Hebei dan Sichuan juga masih berkaitan dengan klaster di Beijing.

Sekitar 70 persen kebutuhan sayur dan buah di Beijing disuplai oleh Pasar Xinfadi. Sejak 30 Mei, ada sekitar 200 ribu orang yang berkunjung ke pasar tersebut. Lebih dari 8 ribu orang pekerja di pasar tersebut sudah dites dan dikarantina.

Distrik Fengtai yang menjadi lokasi Pasar Xinfadi mengumumkan peluncuran mekanisme perang dan pembentukan pusat komando untuk mengekang persebaran virus Sabtu (13/6). Global Times sempat mengunggah video polisi paramiliter yang berpatroli di Pasar Xinfadi tersebut.

’’Beijing tidak akan menjadi Wuhan kedua. Dunia akan melihat kekuatan kapasitas Tiongkok dalam mengontrol epidemi,’’ tulis Pemimpin Redaksi Global Times Hu Xijin di akun Twitter-nya.

Sebagai pencegahan, sekitar 30 area di Beijing di-lockdown. Otoritas terkait juga melakukan tes Covid-19 kepada puluhan ribu orang. Rencananya, semua pemilik dan manajer gerai di pasar, restoran, serta kantin-kantin pemerintah juga dites. Kapasitas pengujian di Beijing naik menjadi 90 ribu orang per hari.

Bagikan