Hasil Jajak Pendapat, Nasionalisme Warga AS Menurun
Bagikan

PUBLIKSATU – Nasionalisme warga Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan tren penurunannya hingga mencapai titik terendah dalam dua dekade, menurut survei Gallup yang dirilis pada Senin (15/6).
Mayoritas orang dewasa (63 persen) masih mengatakan dalam jajak pendapat baru tersebut bahwa mereka luar biasa atau sangat bangga menjadi warga AS. Namun, angka itu mewakili penurunan 7 poin dari tahun lalu dan angka terendah yang pernah tercatat dalam 20 tahun terakhir sejak Gallup mulai melakukan survei tersebut.
Titik terendah baru ini dicapai pada saat AS menghadapi krisis kesehatan masyarakat dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi korona (Covid-19) serta kerusuhan sipil pascakematian George Floyd, seorang warga Amerika keturunan Afrika berusia 46 tahun, saat dalam penangkapannya oleh polisi.
Dalam jajak pendapat baru tersebut, sebanyak 42 persen responden mengatakan mereka luar biasa bangga, 21 persen mengatakan sangat bangga, 15 persen mengatakan cukup bangga, 12 persen lainnya mengatakan sedikit bangga, dan 9 persen sisanya mengaku tidak bangga sama sekali. Data terbaru ini diperoleh dalam jajak pendapat yang dilakukan pada 28 Mei–4 Juni, yang juga menemukan bahwa 20 persen warga AS puas dengan keadaan di negaranya.
Persentase warga AS yang menyatakan luar biasa bangga di negara itu terus menurun selama 20 tahun terakhir, terutama baru-baru ini, kata Gallup.
Berdasarkan data pada awal Januari 2001, sebelum serangan teroris 11 September, lebih dari setengah warga AS (55 persen) merasa luar biasa bangga menjadi warga negara tersebut. Dalam tiga tahun berikutnya, jumlah mereka mencapai sekitar 65 hingga 70 persen terutama ketika publik melakukan aksi turun ke jalan dengan membawa bendera AS. Pada 2005, angka tersebut turun menjadi 61 persen dan tetap stabil hingga 2015 ketika menyusut ke angka 54 persen.
Adapun angka saat ini merupakan penurunan di tahun keenam secara beruntun dan mencapai titik terendah baru dalam tren Gallup. (Antara/Xinhua)