Berita Terkini
Internasional

Beijing Mulai Dikarantina Guna Cegah Covid-19

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 19 Juni 2020 16:36 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Beijing Mulai Dikarantina Guna Cegah Covid-19
A passenger looks at a board with QR codes for health screening from different provinces at the Beijing Capital Airport terminal 2 in Beijing on Wednesday, June 17, 2020. The Chinese capital on Wednesday canceled more than 60% of commercial flights and ra

PUBLIKSATU – Beijing di lockdown. Kebijakan itu diambil karena pemerintah belum berhasil menekan angka penularan Covid-19. Rabu (17/6) ada penambahan 31 kasus baru. Total sudah 137 orang yang dinyatakan tertular di ibu kota Tiongkok tersebut. Status daruratnya juga naik dari level 3 ke level 2. Ada 4 tingkat status darurat di negara tersebut.

’’Dua bulan segalanya dilonggarkan, hidup mulai berjalan normal dan tiba-tiba situasi kembali seperti di bulan Februari,’’ ujar Nelson Quan, penduduk Distrik Yuquan, Beijing, seperti dikutip Al Jazeera.

Saat ini seluruh akses keluar dari Beijing ditutup kecuali untuk hal yang sangat penting. Penduduk yang ingin ke luar kota harus mendapatkan surat negatif Covid-19 lebih dulu. Selain itu, sekitar 70 persen penerbangan keluar dan masuk Beijing juga dibatalkan. Itu setara dengan lebih dari seribu penerbangan. Penerbangan internasional dialihkan ke kota lain. Sekolah-sekolah yang sebelumnya hampir normal kini kembali ditutup. Akses menuju setiap permukiman penduduk dijaga ketat.

Begitu paniknya, Sekretaris Partai Komunis Cai Qi bahkan sampai menyarankan agar otoritas yang berwenang menangkap siapa saja yang memang harus ditangkap. Itu dilakukan agar mereka yang positif tidak menyebarkan ke orang lain dan tidak ada yang melanggar aturan. Saran seperti itu baru pertama ada sejak virus SARS-CoV-2 muncul di Wuhan.

Tiongkok takut gelombang kedua sedang menuju negara tersebut lewat Beijing. Banyak ilmuwan memperkirakan bahwa gelombang kedua bakal lebih buruk daripada yang pertama.

Sumber virus yang tersebar di Beijing itu masih menjadi tanda tanya. Namun, pakar epidemiologi Tiongkok sempat menyatakan bahwa jenis virus yang tersebar itu banyak ditemukan di Eropa. Terlebih, jejak virus ditemukan di talenan khusus ikan salmon impor.

Norwegia yang mengekspor salmon ke Tiongkok tak mau jadi tertuduh. Kemarin mereka membuat pernyataan bahwa negaranya bukanlah sumber dari virus korona di Beijing itu. ’’Kami sudah menyelidiki detailnya dan masalah tersebut sudah teratasi,’’ ujar Menteri Perikanan Norwegia Odd Emil Ingebrigtsen seperti dikutip Agence France-Presse.

Bagikan