Internasional

Penularan Virus Korona Justru Naik Setelah Kebijakan Pembatasan Dilonggarkan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 20 Juni 2020 17:08 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Penularan Virus Korona Justru Naik Setelah Kebijakan Pembatasan Dilonggarkan

PUBLIKSATU – Penularan Virus Corona justru naik setelah kebijakan pembatasan dilonggarkan. Bahkan beberapa negara seperti Korea Selatan (Korsel), Singapura, Selandia Baru, dan Tiongkok menjadi contoh nyata.

Penularan di negara-negara tersebut merangkak naik sekali lagi. Padahal, roda perekonomian baru kembali bergulir. Munculnya lagi penularan menjadi pelajaran yang menyakitkan bagi mereka yang sudah mengeklaim sukses mengendalikan Covid-19 tersebut.

’’Saya sudah pernah menyatakan bahwa penularan semacam itu akan menjadi hal normal baru untuk beberapa bulan mendatang,’’ ujar Yanzhong Huang, pakar kesehatan Tiongkok di Dewan Hubungan Luar Negeri, seperti dikutip The New York Times.

Beijing sempat bebas dari penularan lokal selama 56 hari sebelum akhirnya wabah kembali mencuat di pasar Xinfadi. Agence France-Presse merilis bahwa saat ini sudah ada 158 penularan lokal di Beijing. Menurut Yanzhong, sejatinya jumlah tersebut tidak banyak. Tapi, itu terjadi di Beijing yang merupakan ibu kota negara. Beijing juga merupakan pusat politik serta ekonomi. Jadi, ia memiliki arti simbolis bagi Tiongkok.

Kamis (18/6), penjagaan Anxin County yang bersebelahan dengan Beijing juga diperketat. Sebagian besar lalu lintas di wilayah dengan 500 ribu penduduk itu dibatasi. Pasalnya, penularan sudah merembet ke luar Beijing. Pemerintah kota Beijing per hari mengambil sampel 400 ribu orang untuk tes Covid-19. Dengan tes masif itu, harapannya semua kasus penularan segera ditemukan.

Setali tiga uang, AS bernasib sama. Tiga negara bagian yang memberlakukan kenormalan baru dan secara agresif membuka perekonomiannya malah melaporkan peningkatan kasus harian tertinggi Selasa (16/6). Yaitu, Arizona, Florida, dan Texas.

Selandia Baru juga mengalami penambahan kasus baru. Seorang pria 60-an tahun tiba di Auckland dari Pakistan 13 Juni lalu dengan penerbangan NZ124. Dia positif, tapi tanpa gejala. Pria itu tinggal di hotel dekat bandara, bukan hotel yang disediakan khusus untuk karantina.

Bagikan