Berita Terkini
Nasional

Sinar Matahari Diklaim Membunuh Virus Corona

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 26 Juni 2020 15:49 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Sinar Matahari Diklaim Membunuh Virus Corona

PUBLIKSATU – Berjemur ternyata bisa mengurangi risiko tertular dari Coronavirus.

Ilmuwan Jose Luis Sagripanti dan David Lytle yang merupakan veteran Angkatan Darat AS dan mantan karyawan di Food and Drug Administration, masing-masing -mengatakan, bahwa sinar matahari yang kuat dapat membunuh virus Korona hanya dalam 34 menit. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis seberapa baik sinar UV dapat menghancurkan virus.

Analisis menunjukkan bahwa sinar matahari pada siang hari selama musim panas dapat menghapus 90 persen dari virus Korona yang hidup di permukaan hanya dalam 34 menit. Sebaliknya, dari Desember hingga Maret, para peneliti menyarankan bahwa virus dapat hidup di permukaan hingga satu hari atau lebih.

Dalam studi mereka, yang diterbitkan dalam Photochemistry and Photobiology, para peneliti menulis data yang disajikan menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 harus dinonaktifkan relatif lebih cepat selama musim panas. Maka memasuki musim panas, diharapkan angka penularan bisa menurun.

Namun, di satu sisi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa sinar matahari tidak mencegah Coronavirus. Menurut WHO tak ada bukti bahwa pada matahari atau suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat Celcius bisa mencegah penyakit coronavirus.

WHO juga menyarankan agar tidak menggunakan lampu UV untuk mencoba memerangi virus. Lampu UV tidak boleh digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit. (*)

Bagikan