Wacana Restart Kompetisi dengan Penonton Perlu Dipikirkan Secara Matang

PUBLIKSATU, BOLA – Lanjutan kompetisi Liga 1 mungkin dihelat pada awal Oktober. Nah, sembari menunggu kepastian soal regulasi dan format, PSSI membuat wacana bahwa lanjutan kompetisi nanti boleh dihadiri suporter. Saat ini Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan sedang mengkaji hal tersebut.
Wacana itu diapungkan setelah PSSI mendapat lampu hijau dari Kementerian Kesehatan mengenai kompetisi dengan suporter. Kebetulan, PSSI sudah menyusun 11 buku panduan terkait dengan protokol kesehatan. ’’Memang demikian, tapi kami masih mengkaji lagi,’’ kata Iwan Bule, sapaan Moch. Iriawan.
Wacana diperbolehkannya penonton datang disikapi beragam oleh sejumlah elemen suporter. Pendukung Persebaya Surabaya Husin Ghozali, misalnya. Pria yang juga perwakilan Green Nord itu mengatakan, jika Liga 1 diperbolehkan dengan penonton, keputusan tersebut sangat ngawur.
Alasannya, pandemi korona belum mereda di Indonesia. ’’Yang ada di pikiran federasi itu apa. Pandemi ini membuat semua serbasulit. Jangan kejar tayang untuk memenuhi target suporter, mafia bola, ataupun bandar judi saja. Keselamatan itu nomor satu,’’ tegas Husin.
Dia juga mengimbau rekan-rekannya untuk menahan diri dan tidak datang ke stadion andaikan Liga 1 diputar lagi. Hal tersebut tak lain dilakukan untuk menghargai masyarakat di sekitar lokasi tempat pertandingan agar pandemi korona tidak meluas. ’’Tahan syahwat menonton dulu. Bersabar dulu,’’ tuturnya.
Rencana lainnya adalah kompetisi yang dijadwalkan berakhir pada Februari tahun depan. Hal tersebut dibenarkan Direktur Operasional LIB Sudjarno. Menurut dia, LIB tidak bisa menghindari kompetisi musim ini yang harus bergulir lintas tahun. Berbeda halnya dengan Liga 1 beberapa tahun terakhir yang dimulai dan selesai pada tahun yang sama.
Dia menambahkan, dengan jadwal yang ada, idealnya Liga 1 berjalan sekitar lima bulan. Artinya, mulai Oktober 2020 sampai Februari 2021. ’’Jadi, kami nanti ikuti kompetisi di Eropa,’’ kata Sudjarno.