Berita Terkini
Olahraga

Kemenpora Kritik PSSI Soal Venue Piala Dunia U-20

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 30 Juni 2020 14:39 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Kemenpora Kritik PSSI Soal Venue Piala Dunia U-20
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto saat konferensi pers. (Jawa Pos)

PUBLIKSATU, BOLA – Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengaku kecewa dengan sikap PSSI soal keputusan Venue Piala Dunia U-20. Kekecewaan itu muncul akibat tidak dilibatkannya Kemenpora oleh PSSI dalam penentuan Venue Piala Dunia U-20.

Gatot menyebut, PSSI sama sekali tidak mencolek ataupun berkoordinasi dengan Kemenpora mengenai hal itu. Padahal, pemilihan enam stadion tersebut sangat urgen karena berhubungan erat dengan renovasi dan persiapan.

’’Ini perlu diluruskan, jangan ada kebohongan. Jujur, sejauh ini kami belum terima apa pun laporan dari PSSI,’’ tutur Gatot.

Menurut dia, PSSI kali terakhir bertemu dengan Kemenpora awal bulan ini. Yang dibahas hanya kelanjutan kompetisi. Di situ, Kemenpora sangat mendukung langkah PSSI asalkan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Juga sempat disinggung soal persiapan Piala Dunia U-20. Namun, sama sekali tidak membahas mengenai enam venue yang disebutkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 26 Juni lalu.

Selain itu, tepat dua hari lalu, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi disebut Gatot juga melakukan rapat dengan Kemenpora. Saat itu, Yunus berjanji kepadanya akan mengirim ke Kemenpora perihal penetapan venue oleh FIFA. ’’Tapi, faktanya kami belum menerima. Pak Menpora Zainudin Amali juga belum, ke saya juga belum,’’ ungkapnya.

Gatot mengaku sangat kecewa dengan sikap PSSI. Sangat menyayangkan Kemenpora tidak dilibatkan dalam pemilihan venue untuk Piala Dunia U-20. ’’Apa sih susahnya? Sekarang ada media elektronik WhatsApp. Mereka pun punya nomor saya. Apa susahnya tinggal menghubungi,’’ ucapnya.

Untuk diketahui, enam stadion tersebut diantaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali). Plus dua stadion yang tiba-tiba terpilih setelah sebelumnya tidak masuk dalam enam pilihan FIFA di awal, yaitu Stadion Jakabaring (Palembang) dan Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung).(*)

Bagikan