Keren, Hasil Survei Tempatkan Tito Karnavian Jadi Menteri Paling Responsif Hadapi Corona
Bagikan

PUBLIKSATU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendapatkan penilaian sebagai menteri paling responsif dalam menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).
Salah satu alasannya, berkat kebijakan menunda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dari semula September menjadi Desember 2020. Begitu salah satu hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) tentang Evaluasi Publik: Penanganan Pandemi Covid-19 dan Implikasi Sosiopolitik Nasional, pada Sabtu (4/7).
"Kebijakan Tito Karnavian terkait hal itu mendapat respon positif 34,5 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat memaparkan hasil survei lembaganya.
Selain Tito, secara berturut mendapat penilaian responsif adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama 27,0 persen, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi 24,1 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani 21,4 persen dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 19,7 persen.
"Munculnya Tito Karnavian sebagai menteri paling responsif sangat mungkin karena kebijakan penundaan Pilkada. Publik menilai ini tepat di masa Pandemi, tetapi menteri yang seharusnya paling sibuk saat pandemi justru mendapat penilaian tidak baik, yaitu Menteri Sosial Juliari Batubara yang hanya dinilai 11,8 persen," tuturnya.
Kemudian, ada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir, meskipun populer sejak awal kontestasi Pilpres, keduanya gagal mempertahankan kepercayaan publik terkait kinerja. Keduanya memperoleh penilaian rendah, 15,7 persen untuk Prabowo dan 17,2 persen untuk Erick Thohir. Namun begitu, pada pengukuran popularitas menteri di masa pandemik Covid-19, nama Prabowo hanya mendapat 9,6 persen atau berada di urutan ke 13.
Menurut Dedi Kurnia Syah, rendahnya penilaian terhadap Prabowo ini menandakan publik merasa ada yang kurang dengan peran Menhan di masa pandemik Covid-19.