Berita Terkini
Nasional

Fakta Baru, Mutasi Covid-19 Tak Memperparah Kondisi Pasien

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 6 Juli 2020 14:20 WIB · 2 menit baca
Fakta Baru, Mutasi Covid-19 Tak Memperparah Kondisi Pasien
virus corona

PUBLIKSATU – Fakta baru berhasil diungkap WHO. Organisasi Kesehatan Dunia itu terus melakukan penelitian terhadap “aktivitas” virus Korona jenis baru yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Dalam hasil penelitiannya, WHO mengatakan bahwa hampir 30 persen dari data rangkaian genom sampel virus Korona menunjukkan ada tanda mutasi. Hanya saja, kabar baiknya adalah tidak ada bukti bahwa mutasi tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah.

“Saya rasa hasil penelitian ini cukup luas,” ungkap kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan kepada Reuters di sela-sela pelaporan singkat yang diadakan oleh asosiasi jurnalis PBB, ACANU, di Jenewa.

Swaminathan menambahkan bahwa sejauh ini WHO telah mengumpulkan 60.000 sampel Covid-19. Pihaknya bakal terus melakukan peneletian terkait “aktivitas” virus Korona di tengah penularan yang masih bertambah secara global. PBB ingin hasilnya semakin baik sehingga bisa meminimlkan ketakutan berlebihan masyarakat dunia.

Para ilmuwan di Scripps Research menemukan bahwa pada April virus yang bermutasi tersebut menyumbang sekitar 65 persen kasus yang dilaporkan dari seluruh dunia ke bank data utama. Mutasi genetik pada virus Korona jenis baru, yang dinamai D614G, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk menginfeksi sel dan mungkin menjelaskan mengapa wabah di Italia utara dan New York menjadi lebih luas dibandingkan yang terlihat sebelumnya menurut temuan riset.

Sementara itu, Maria Van Kerkhove, pembimbing teknis pandemi Covid-19 di WHO, pada Jumat (3/7) mengatakan bahwa genus yang bermutasi telah ditemukan pada awal Februari dan telah beredar di Eropa dan Amerika. Dia pun menyatakan bahwa mutasi itu tak memperparah penyakit.

“Hingga kini tidak ada bukti bahwa mutasi menyebabkan penyakit menjadi lebih parah,” ungkap Maria. (*)