India Lancarkan Perang Dagang dengan Tiongkok
Bagikan

PUBLIKSATU – India tampaknya tidak akan perang terbuka dengan Tiongkok. Tapi negara ini cenderung ke perang dagang. Tindakan ini dipicu oleh tewasnya sejumlah tentara India saat bentrok dengan tentara Tiongkok di perbatasan kedua negara tersebut.
India dikabarkan menahan sejumlah barang asal Tiongkok di pos-pos pemeriksaan India. Dan awal minggu ini India mengambil langkah dramatis dengan melarang puluhan aplikasi seluler termasuk yang terkenal di Tiongkok seperti ByteDance’s TikTok, Tencent (TCEHY) WeChat, dan jaringan media sosial Weibo (WB).
Serangan balasan telah mencapai tingkat politik tertinggi. Weibo mengatakan minggu ini bahwa mereka telah menghapus akun Perdana Menteri India Narendra Modi atas permintaan pemerintah India.
Dilansir dari CNN, Senin (6/7), tanggapan Beijing sejauh ini tetap berhati-hati. Pejabat Tiongkok mengatakan bahwa mereka sangat prihatin tentang larangan aplikasi dan segala bentuk pembalasan. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri India menekankan bahwa kedua negara harus bekerja sama. Kondisi perang dagang seperti ini justru memberi hambatan dan akan merusak kepentingan India.
“Sampai sekarang, Tiongkok hanya memantau situasi,” kata seorang profesor ekonomi di Institut Administrasi Publik India (IIPA) Geethanjali Nataraj. “Perang dagang tidak akan menguntungkan kedua negara,” tambahnya.
Nataraj mengatakan bahwa banyak industri di India termasuk elektronik, farmasi dan perangkat keras TI -sangat bergantung pada impor, terutama dari Tiongkok. Perusahaan pelayaran dan pengiriman telah mengkonfirmasi bahwa perselisihan tersebut sudah menjadi hambatan.
DHL Express India mengatakan kepada CNN Business untuk sementara menunda pengambilan pengiriman impor dari Tiongkok daratan, Hongkong, dan Makau karena ada penundaan dalam bea cukai pengiriman ke India. Dan FedEx mengatakan bahwa saat ini mereka menghadapi tumpukan simpanan barang yang terlambat dikirim.