Istri Pangeran Harry Tertarik Isu Politik
Bagikan

PUBLIKSATU – Istri Pangeran Harry, Meghan Markle merasa terpanggil untuk ikut membantu memerangi isu rasisme yang belakangan marak terjadi di Amerika Serikat. Setelah kasus George Floyd dan Rayshard Brooks, istri Pangeran Harry itu merasa yakin bahwa keputusannya pindah ke AS dari Inggris adalah momen yang tepat. Meghan Markle disinyalir mulai tertarik terjun ke dunia politik.
Duke dan Duchess of Sussex mundur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan pada akhir Maret lalu. Mantan aktris itu mengatakan kepada teman-temannya, bahwa keputusannya mundur dari kerajaan seolah sebagai takdir.
“Sehingga dia (Meghan) bisa berada di garis depan dari gerakan anti-rasisme di Amerika,” kata seorang teman dekat kepada Daily Mail.
“Bagaimana dia dapat menjadi bagian dari solusi,” tambah sang teman seperti dilansir dari Metro, Selasa (7/7).
“Meghan mengatakan dia ingin menggunakan suaranya untuk perubahan dan mungkin saja, tidak mengesampingkan karir di bidang politik,” jelasnya.
Sebelumnya Meghan pada awal Juni juga menyampaikan pidato yang menyentuh tentang kematian George Floyd. Meghan menilai peristiwa itu benar-benar menghancurkan dan kehidupan George Floyd penting bagi banyak orang.
“Karena kehidupan George Floyd berarti dan kehidupan Breonna Taylor berarti dan Philando Castile berarti dan kehidupan Tamir Rice penting. Dan begitu juga banyak orang lain yang namanya kita kenal dan yang namanya tidak kita kenal,” kata Meghan.