Berita Terkini
Internasional

Kematian Covid-19 Juga Dipengaruhi Kadar Gula Darah Tinggi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 17 Juli 2020 14:50 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Kematian Covid-19 Juga Dipengaruhi Kadar Gula Darah Tinggi

PUBLIKSATU – Kadar gula darah tinggi disebut menjadi salah satu penyebab risiko kematian pasien Covid-19.

Studi mengungkap pasien Covid-19 dengan kadar gula darah tinggi memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding dengan kadar lebih rendah, bahkan tanpa diagnosis diabetes. Penelitian ini dilakukan di Tiongkok dengan melihat kembali pada pasien yang dirawat di rumah sakit berbeda di Wuhan dengan kadar gula darah tinggi yang kemudian meninggal karena Covid-19.

Studi sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara gula darah tinggi dan risiko kematian yang lebih besar akibat pneumonia, stroke, serangan jantung, trauma, dan pembedahan. Relasi temuan tersebut juga telah ditunjukkan antara diabetes dan risiko kematian yang lebih besar akibat Covid-19. Itu menurut tim Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Tiongkok.

Gula darah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat Coronavirus. Peneliti merekomendasikan rumah sakit memperkenalkan skrining kadar glukosa darah ketika pasien dengan gejala Coronavirus dirawat.

Naveed Sattar, Profesor Pengobatan Metabolik, Universitas Glasgow, mengatakan temuan laporan itu sesuai dengan kondisi di lapangan. “Kita tahu, misalnya, bahwa mereka dengan kadar gula darah yang lebih tinggi akan memiliki penyakit yang lebih parah, karena penyakit yang lebih parah akan lebih menekankan jalur metabolisme, yang menyebabkan kadar gula meningkat pada pasien kritis,” kata Sattar dilansir dari Daily Mail, Kamis (16/7).

Sebanyak 605 pasien Covid-19 diteliti di Tiongkok, termasuk 114 yang meninggal di rumah sakit dengan usia rata-rata 59 tahun. Dari mereka, 34 persen memiliki satu atau lebih kondisi yang mendasarinya. Tapi, belum didiagnosis dengan diabetes. Darah tinggi yang paling umum.

Hampir sepertiga pasien memiliki kadar gula darah sangat tinggi sehingga jika mereka terus-menerus pada tingkat itu akan didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan juga bahwa pasien dalam kelompok kadar gula darah tertinggi dua atau tiga kali lebih mungkin meninggal dibanding yang terendah.

Bagikan