Berita Terkini
Internasional

Krisis Pangan Hantui Tiongkok

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 17 Juli 2020 14:39 WIB · 2 menit baca
Krisis Pangan Hantui Tiongkok

PUBLIKSATU – Tiongkok kini dihadapkan dengan melonjaknya harga pangan usai dihantam banjir.

Bahkan harga pangan naik 11,1 persen pada Juni dibandingkan data dari tahun lalu menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok. Data mingguan dari Kementerian Perdagangan menunjukkan harga produk makanan pertanian naik 1,2 persen pada 5 Juli dari minggu lalu. Harga kembali naik 0,8 persen dalam seminggu terakhir menurut data Kementerian Perdagangan yang dirilis Selasa (14/7).

Pihak berwenang secara ketat memantau harga pangan karena merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas sosial. Dari perspektif bisnis, Covid-19 secara khusus memukul industri makanan dan minuman sebagai upaya untuk membatasi penyebaran virus yang membuat orang enggan untuk makan di resto. Banyak orang juga memilih pesan online dan memasak di rumah.

“Kenaikan harga pangan di Tiongkok memotong pendapatan restoran sekitar 2 poin persentase,” kata Direktur Senior Gao Huan di perusahaan konsultan Alvarez & Marsal di Beijing.

“Kenaikan harga sebenarnya cukup nyata dan terutama didorong oleh penurunan dari sisi penawaran dan peningkatan dari sisi permintaan,” katanya.

“Sebenarnya, tren ini kemungkinan besar akan berlanjut karena banyak bencana alam lainnya seperti banjir di selatan Tiongkok, yang berdampak banyak pada bahan baku,” ungkap Gao Huan.

Banjir hebat digambarkan sebagai bencana yang terburuk sejak tahun 1998, dan telah menyebabkan sedikitnya 141 orang tewas atau hilang menurut media pemerintah. Kerugian ekonomi telah melampaui 86 miliar yuan (USD 12,3 miliar), 29 ribu rumah hancur dan lebih dari 2,24 juta relokasi darurat.