Berita Terkini
Buton

Pengusaha dan Aparat Desa di Buton Dituding Ambil Bantuan Covid-19 untuk Nelayan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 17 Juli 2020 19:16 WIB · 2 menit baca
Pengusaha dan Aparat Desa di Buton Dituding Ambil Bantuan Covid-19 untuk Nelayan

PUBLIKSATU - Sejumlah nelayan di Desa Kondowa, Kecamatan Pasarwajo mendatangi Kantor Bupati Buton. Mereka protes, penyaluran bantuan sosial untuk nelayan miskin terdampak Covid-19 dinilai tidak tepat sasaran.

Mereka kemudian bertemu Wakil Bupati Buton, Iis Elianti. Melaporkan adanya sejumlah warga yang terbilang mampu justru terdaftar sebagai penerima bansos. Sementara warga yang seharusnya dapat namun tidak masuk dalam daftar penerima.

"Kegelisahan nelayan sebenarnya terkait tidak tepat sasarannya pemberian bantuan yang diberikan dari dinas perikanan dan kelautan kepada masyarakat. Hanya mereka masih saja beralibi bahwa itu adalah bantuan yang dikucurkan dari pusat,"ujar perwakilan warga Kondowa, Iksanudin kepada wartawan usai bertemu Wakil Bupati Buton di gedung A, Lantai 2, Kompleks perkantoran pemkab Buton, Jumat (17/7/2020).

"Hanya ada beberapa rancuan yang kita anggap di dalam penyaluran bantuan itu. Dipenyaluran bantuan itu ada beberapa nama yang sebenarnya tidak layak dapat. Yang berstatus sebagai pengusaha dan beberapa juga penerima bentuan lain. Seperti problem-problem seperti yang terjadi pada bantuan-bantuan yang lain itu. Artinya masyarakat ini gelisa sekali. Artinya mereka yang seharusnya dapat kenapa mereka justru tidak dapat dan bahkan ada pemangkasan data yang sebelumnya,"sambungnya.

Kata dia, berdasarkan data miliknya sebelumnya 164 orang terdata. Namun setelah bantuan dikucurkan hanya menyasar kepada 64 orang, dari jumlah itu, delapan di antaranya dinalai tidak layak. Sebab mereka terbilang pengusaha, aparat desa, penerima bantuan sosial lainnya serta ada juga yang bukan berstatus sebagai nelayan.

"Sekitar delapan orang yang tidak layak dapat. Masing masing itu terbagi, ada pengusaha, anggota BPD, kemudian wiraswasta yang lain. Yang jelas dia statusnya bukan nelayan," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menyebutkan bantuan yang dikucurkan itu sebesar Rp 1,8 ratus ribuh per kepala keluarga. Hanya saja, ia mengaku bantuan sebesar itu belum diketahui. Apakah sejumlah bantuan itu untuk tiga atau satu bulan.