Berita Terkini
Olahraga

Persiraja Anggap Subsidi Rp 800 juta Belum Cukup

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 20 Juli 2020 15:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Persiraja Anggap Subsidi Rp 800 juta Belum Cukup

PUBLIKSATU, BOLA – PT LIB kemarin menggelar manager meeting sebagai persiapan lanjutan Liga 1 musim 2020. Agenda tersebut juga diikuti perwakilan dari PSSI dan seluruh jajaran direksi LIB. Dalam rapat itu dijelaskan secara detail mengenai format, regulasi, hingga hak komersial.

Untuk masalah akomodasi dan hotel, seperti yang pernah dikatakan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, tujuh klub dari luar Pulau Jawa mendapatkan dispensasi lebih. Penginapan untuk berkandang di Jawa, yang kebanyakan tersentralisasi di Jogjakarta, seluruhnya ditanggung PSSI dan LIB.

Bahkan, untuk biaya transportasi away pun, LIB sudah siap menyediakan bus gratis untuk tujuh klub tersebut. ’’Hanya, untuk makan, LIB hanya bayar breakfast saja. Sisanya kami,’’ terang Sekretaris Persiraja Banda Aceh Rahmat Djailani.

Meski mendapat banyak keringanan, bagi dia, hal tersebut belum cukup. Alasannya, hak komersial yang ditawarkan LIB tidak sesuai dengan keinginan Persiraja. ’’Mereka tawarkan hanya Rp 800 juta, itu belum cukup untuk kami,’’ tuturnya.

Seperti keinginannya sebelumnya, Rahmat tetap keukueh timnya ingin mendapat hak komersial alias subsidi untuk melanjutkan kompetisi di angka Rp 1,5 miliar tiap bulannya. Atau, jika dianggap terlalu sulit, minimal Rp 1 miliar. ’’Karena klub itu tidak ada pemasukan lain lagi, tanpa penonton juga. Sulit jika hanya subsidi Rp 800 juta,’’ tuturnya.

Selain soal subsidi, Rahmat mengungkapkan, beberapa klub dari Jawa sedikit iri dengan kompensasi yang diberikan kepada klub luar Pulau Jawa. Sebab, bagi mereka, untuk masalah transportasi dan hotel, justru tetap akan keluar biaya yang cukup banyak. ’’Banyak yang tanya kalau ini turnamen extraordinary, bedanya apa untuk mereka. Kok merasa sama saja tidak ada kompensasi,’’ bebernya.

Selain itu, dalam manager meeting, Rahmat menyebut LIB sudah menjelaskan soal format dan regulasi. Tidak ada degradasi tetap dicanangkan untuk kompetisi Liga 1 2020. Tapi, ada dua hal baru yang dipakai Oktober mendatang.

Bagikan