Tekan Covid-19, Singapura Berlakukan Aturan Ketat Bagi Wisatawan
Bagikan

PUBLIKSATU – Dalam rangka memutus penyebaran Covid-19, Singapura makin ketat memberlakukan aturan bagi wisatawan yang masuk.
Mulai Senin (20/7), para wisatawan yang memasuki Singapura dibebankan dengan biaya lain-lain selama masa pandemi Covid-19. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kunjungan transit di Jepang, Hongkong dan negara bagian Victoria Australia dalam 14 hari terakhir.
Pelancong dengan catatan riwayat kunjungan ke 3 negara itu akan diminta untuk ikut dalam pelayanan tinggal di rumah (SHN atau Stay Home Notice) di fasilitas khusus dan bukan di tempat tinggal mereka sendiri. Mereka juga harus menjalani tes Covid-19 sebelum mengakhiri SHN.
Langkah-langkah terbaru dilakukan karena 3 negara itu tercatat sebagai negara dengan gelombang kedua penyebaran virus Korona. Secara khusus, para pelancong yang meninggalkan Singapura dari 27 Maret, diharuskan membayar untuk menginap di fasilitas SHN khusus. Wisatawan yang bukan warga negara Singapura atau penduduk tetap juga diharuskan membayar untuk menginap di fasilitas khusus SHN.
The Straits Times melaporkan biaya 14 hari menginap adalah sekitar SGD 2.000 atau setara Rp 21 juta. Dan untuk tes Covid-19, setiap orang dikenakan biaya tambahan SGD 200 atau setara Rp 2 jutaan.
Pada konferensi pers virtual Jumat malam (18/7), Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengatakan bahwa gugus tugas multi-kementerian yang menangani Covid-19, terus meninjau dan memperbarui langkah-langkah perbatasan berdasarkan penilaian mereka terhadap situasi virus di seluruh dunia. Salah satunya catatan Singapura atas gelombang kedua di 3 negara tersebut.
“Di beberapa negara, Anda melihat kasus naik lagi. Itu belum dikontrol sama sekali dan kasus-kasus masih meningkat. Jadi kami benar-benar harus tetap waspada dalam hal langkah-langkah serta di dalam masyarakat kami, untuk terus memastikan bahwa kami mengendalikan infeksi dan mengendalikan penyebaran virus dalam masyarakat kami,” tutur Lawrence Wong seperti dilansir AsiaOne, Selasa (21/7).