Andi Darussalam Tabusalla Kritik Rencana Restart Liga 1
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA − Mantan petinggi Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla mengkritik rencana PSSI menggelar kembali kompetisi Liga pada Oktober mendatang.
Keputusan itu dinilai memberatkan klub peserta.
Dia menyatakan, jika dilanjutkan, berarti Liga tidak pernah stop. Seharusnya, hak komersial klub tetap dibayarkan. ”Jadi, Liga masih terutang hak komersial untuk bulan Mei, Juni, dan sekarang sudah masuk Juli. Berarti tiga bulan/term klub harus menerima hak komersial,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, pemain kontraknya rata-rata habis pada 30 November atau 31 Desember 2020. Apabila Liga diselenggarakan sampai 28 Februari 2021, apakah klub harus perpanjang kontrak pemain? Artinya, klub harus merogoh kantong lagi dan itu sangat memberatkan.
Sejauh ini juga belum ada lampu hijau dari pemerintah melalui pihak terkait soal rencana lanjutan Liga. ”Jika Liga yang katanya dilanjutkan, tapi tidak mendapatkan izin dari pihak terkait, siapa yang terbebani? Dan beban itu siapa yang tanggung?” tanya pria yang akrab disapa ADS itu.
Mantan manajer timnas Indonesia itu juga mempertanyakan jika ada pemain atau ofisial yang terpapar Covid-19, ada tuntutan agar kehidupan mereka terjamin, siapa yang akan menanggung? ”Kalau klub bangkrut, siapa juga tanggung jawab?” ungkapnya.
Selain itu, jika lanjutan Liga yang direncanakan berakhir 28 Februari 2021, sementara kualifikasi AFC Champions Cup dan AFC Cup itu awal Januari 2021, urgensi Liga menjadi tidak jelas. ”Siapa yang mewakili Indonesia? Sampai sekarang belum ada proses club licensing yang menjadi syarat untuk keikutsertaan di ajang Asia. Terus, siapa yang akan mewakili Indonesia di 2021?” paparnya.