Media Sosial Dianggap Bisa Mengganggu Mental Pemain Timnas U-16
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA – Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti memiliki kebijakan kepada para pemainnya.
Bima secara tegas memberikan batasan kepada pemain untuk bermedia sosial. Smartphone pemain pun selalu disita tiap kali latihan hingga sore hari.
’’Hal seperti itu mengganggu mental mereka. Saya sudah wanti-wanti masalah media sosial, pemain saya sudah dikenal orang, followers meningkat. Saya akhirnya batasi,’’ tegasnya.
Karena itu, tidak heran jika media sosial para pemain tidak aktif mulai pagi hingga sore hari. Bahkan, untuk sekadar menelepon bertanya kabar pun, pemain dilarang karena handphone-nya disita Bima. ’’Setelah asar sampai jam 9 malam baru kami berikan. Karena mereka kan juga harus berkomunikasi dengan keluarga,’’ katanya.
Kenapa hanya sampai waktu asar? Bima menjelaskan, anak asuhnya butuh istirahat di siang hari. Apalagi, hampir setiap hari selama TC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, skuadnya digeber dengan program latihan fisik berat. ’’Mereka harus istirahat. Harus bijak menggunakan media sosial. Latihan lumayan berat harus, banyak istirahat,’’ tuturnya.
Tak berhenti sampai di situ, Bima juga memberikan beberapa sesi pelajaran tambahan di luar latihan. Salah satunya adalah mendatangkan pakar komunikasi. ’’Ya public speaking. Biar mereka bisa tahu bagaimana caranya berbicara di depan media. Sopan santunnya. Semoga lebih baik nantinya,’’ harapnya. (*)