Bangun Kawasan Sultan Himayatuddin, PUPR Baubau Ajukan Rp 39 Miliar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau berencana membangun area khusus tentang kepahlawanan Sultan Himayatuddin. Dana yang diperlukan untuk menuntaskan kawasan monumental heroisme Oputa Yikoo itu ditaksir sekitar Rp 39 miliar.
"Karena ini berkaitan dengan pahlawan nasional, maka kita mengusulkan pendanaannya ke Pemerintah Provinsi Sultra. Untuk patungnya itu sekitar Rp 25 miliar dan kuburannya Rp 25 miliar," ungkap Kepala Dinas PUPR Baubau, Andi Hamzah Machmud dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (23/7).
Untuk lokasi, kata dia, saat ini ada dua pilihan yakni di Palagimata belakang kantor Bappeda Baubau dan Kotamara. Hasil pengamatan, pihaknya lebih merasa lebih cocok dibangun di Kotamara.
"Tapi, semua itu berpulang pada keputusan final nanti. Semoga rencana kita ini bisa diakomodir pada 2021 atau 2022 mendatang," imbuhnya.
Sesuai desain awal, urai dia, kawasan itu nantinya terdapat museum kepahlawanan Sultra Himayatuddin. Selain itu, ada pula penanda khusus 24 Kadie Kesultanan Buton masa lampau. Dimana, setiap Kadie dipasangkan bendera.
"Di kawasan itu kita akan gambarkan perjalanan Oputa Yikoo, supaya nanti tetap diketahui oleh generasi selanjutnya. Kemudian, disitu juga ada lapangan yang bisa kita pakai untuk upacara pada hari pahlawan," ulasnya.
Menurut dia, bila rencana pembangunan kawasan Sultan Himayatuddin itu sudah terealisasi, maka bisa menjadi destinasi wisata budaya yang bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Baubau. "Kemudian, daerah itu juga bisa menumbuhkan pelaku usaha ekonomi kreatif," tandasnya.(publiksatu)