Berita Terkini
Olahraga

Jumlah Subsidi Untuk Klub Liga 1 Bisa Naik?

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 25 Juli 2020 14:09 WIB · 2 menit baca
Jumlah Subsidi Untuk Klub Liga 1 Bisa Naik?

PUBLIKSATU, BOLA – Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan, saat ini timnya sedang menggodok dengan saksama nilai yang pas untuk subsidi dalam lanjutan Liga 1. Masih mencari jalan tengah terbaik. Lukita mengaku mengerti kesulitan yang dialami klub sehingga meminta nilai subsidi lebih dari Rp 1 miliar.

Padahal PT LIB sudah menawarkan Rp 800 juta untukk setiap klub.

’’Dalam waktu dekat ada virtual meeting lagi. Soal kontribusi pasti akan jadi pembahasan utamanya,’’ ujarnya. Dia sendiri tidak menampik bahwa sponsor dan hak siar untuk Liga 1 tidak bisa diubah. Karena itu, perlu hitung-hitungan lebih detail perihal subsidi.

Jika menuruti apa kata klub, LIB tidak akan sanggup. Sebab, nilai kontrak dari sponsor dan hak siar tidak berubah. LIB sendiri sudah telanjur membayar dua termin subsidi kepada klub yang nilainya sudah mencapai Rp 1 miliar. Artinya, tinggal Rp 4 miliar lagi jika sesuai dengan kesepakatan subsidi sebelum kompetisi Liga 1 2020 dimulai awal tahun lalu.

Lukita yakin, pada manager meeting tahap kedua, klub-klub bisa sepakat dengan nilai yang ditawarkan LIB. Nilai yang benar-benar sudah diperhitungkan secara matang. ’’Lagi pula, yang meminta di atas Rp 1 miliar tidak semua klub. Hanya usul dari beberapa klub saja,’’ ujarnya. ’’Intinya, kami saat ini sedang merumuskan yang terbaik untuk semua klub,’’ paparnya.

Lukita pun menyadari nilai itu muncul karena adanya new normal dalam pertandingan sepak bola. Klub-klub berpikir pertandingan tanpa penonton plus penerapan protokol kesehatan pasti akan menguras uang yang tidak sedikit. Tapi, jika sudah berjalan, dia yakin klub-klub bisa menyesuaikan diri.

Disinggung apakah akan ada pertandingan simulasi agar klub bisa mencatat hitung-hitungan di lanjutan kompetisi, Lukita belum berpikir ke sana. Usul dari Arema FC soal laga simulasi memang sudah didengar, tapi belum ada surat resminya. ’’Jadi, belum dibahas di internal,’’ katanya.