Gebrakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara

Tangguh Cegah Covid-19 di Lingkup Pendidikan
PUBLIKSATU, KENDARI - Gebrakan pelan namun pasti, dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memutuskan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Persiapan yang matang serta terstruktur dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka memutuskan wabah yang saat ini menyebar di seluruh pelosok negeri khususnya di Sulawesi Tenggara.
Tak terlihat rasa pilu dan rasa letih yang dirasakan Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs, Asrun Lio, Mhum, PhD yang saat ini menakhodai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Hanya yang selalu ia terapkan kerja ikhlas, profesional, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu yang utama yang tersimpan sampai saat ini dibenak Drs. Asrun Lio, Mhum, PhD.
Gebrakan demi gebrakan dilakukan. Dari pembukaan penyuluhan Covid-19 di sekolah yang dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH, sampai dengan sosialisasi dengan mendatangi langsung sekolah di beberapa kabupaten/kota sampai dengan mendatangi sekolah terisolir yang terdapat di Konawe, Kecamatan Routa.
Setelah membuka Launching Covid-19 di sekolah yang digelar di Rujab Gubernur Sultra, beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH, mengapresiasi launching dan sosialisasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Apalagi, dalam pembukaan penyuluhan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan covid-19 di area institusi pendidikan ini, dirangkaikan dengan penyerahan masker dan wastafel portable kepada sekolah-sekolah di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara," kata Ali Mazi saat memberikan sambutannya di Rujab Gubernur Sultra.
Lanjutnya, berkenaan dengan terlaksananya kegiatan penyuluhan dan pencegahan Covid-19, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, tentunya sangat menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena kegiatan ini, merupakan salah satu upaya yang strategis untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Khususnya di area institusi pendidikan dalam menyiapkan implementasi tatanan kehidupan baru atau (New normal).