Berita Terkini
Sultra

Perayaan Idhul Adha di Tengah Pandemi Covid-19, Asrun Lio: Banyak Hikmah Didapat di Lingkungan Pendidikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 30 Juli 2020 14:59 WIB · 2 menit baca
Perayaan Idhul Adha di Tengah Pandemi Covid-19, Asrun Lio: Banyak Hikmah Didapat di Lingkungan Pendidikan
Asrun Lio

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam kalender pendidikan telah dicantumkan oleh Pemerintah Pusat bahwa Hari Raya Idhul Adha jatuh pada Jumat, tanggal 31 Juli 2020.

Di tengah pandemi Covid-19, makna Hari Raya Idhul Adha banyak dirasakan dalam lingkungan Pendidikan. Baik itu dirasakan oleh guru, orang tua maupun siswa dan siswi. Hal tersebut diungkapkan Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD, Rabu (29/7).

"Bagi para guru, orang tua, dan murid, ada hikmah besar dan keselarasan yang mengiringi perayaan Idul Adha yang juga dikenal dengan hari raya kurban, khususnya tahun ini. Hikmah bagi dunia pendidikan, tahun inilah pendidikan diselenggarakan dengan bentuk pengorbanan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya, karena pandemi Covid-19," jelasnya.

Dimana lanjut Asrun Lio, bahwa perayaan Hari Raya Idhul Adha kali ini, adalah perayaan yang benar-benar penuh dengan pengorbanan. Para guru sudah mengorbankan dirinya, begitupula orang tua dan anak-anak didik.

"Contohnya para guru yang mengajar di daerah tidak terjangkau signal internet, telah melakukan pengorbanan besar untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dimasa pandemi ini. Mereka (guru) pergi mendatangi siswa untuk memberikan pengarahan dan atau mengambil tugas yang telah diberikan. Apalagi kondisi wilayah Sultra, tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan dengan metode daring (dalam jaringan)," imbuhnya.

Akan tetapi, sambungnya, ada beberapa wilayah topografi lingkungan sekolah yang ada juga dilakukan secara Luring (luar jaringan). Disini semua guru berperan pro aktif dalam melakukan kunjungan ke rumah siswa dengan cara memberikan siswa modul dan LKS (Lembar Kerja Siswa) untuk dapat memantau pembelajarannya semua siswa.

"Untuk peserta didik (siswa/i) pengorbanan yang mereka lakukan adalah dengan mengendalikan aktualisasi diri di lingkungan luar. Mereka juga patuh untuk menahan diri di dalam rumah serta melaksanakan proses belajar di rumah. Juga anak didik sudah mengorbankan sebagian waktunya, dengan harus berada di rumah karena mengikuti petunjuk pemerintah, dimana proses belajar mengajar harus dilaksananakan di rumah," tutupnya. (publiksatu)