Nasional

Unibos Telah Terapkan Teknik Olah Sampah Organik dan Non Organik

Oleh penyunting · Jumat, 31 Juli 2020 12:50 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Unibos Telah Terapkan Teknik Olah Sampah Organik dan Non Organik

PUBLIKSATU. MAKSSAR - Situasi dan kondisi lingkungan saat ini semakin buruk. Sampah bertebaran bukan pada tempatnya sehingga menjadi penyebab banjir. Karena itu, masalah lingkungan dipilih menjadi pembahasan pada Webinar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Bosowa (Unibos).

Webinar Nasional dengan tema, Sinergitas Pengelolaan Sampa ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya Melinda Aksa (CEO Bosowa Foundation), Dr. Indriyani Rachman (Environmental Engineering Kitakyushu University Jepang) Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si (Kepala P3E Sulawesi & Maluku), Saharuddin Ridwan, S.S., M.M (Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia).

Webinar yang dilakasanakan via aplikasi zoom dan live streaming youube, facebook dan instagram Unibos ini turut diikuti 350 Peserta dari seluruh kalangan masyarakat juga dosen, mahasiswa dan karyawan.

Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng mengatakan, Seminar seperti ini penting dilaksanakan melihat perilaku manusia yang terus kurang memperhatikan dampak sampah yang semakin banyak dari waktu-kewaktu. Karena itu, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat agar mendapatkan ide dan soslusi untuk bagaiamana mengelola sampah.

"Hal ini juga merupakan bentuk dari tri dharma perguruaan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam membantu pemerintah untuk mengedukasi kepada warga kita untuk mengolah sampah secara makro dan mikro," ungkap Rektor ketika membuka Webinar Nasional itu.

Dikatakan, Unibos sebelumnya telah melakukan implementasi yaitu membentuk lembaga Sekolah Sampah, Makassar Memilah Sampah yang juga turut didukung oleh Bosowa Peduli, tentunya dengan gagasan dari Ketua Yayasan Aksa Mahmud yang akan mengedukasi warga masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan bagaimana cara mengelola sampah yang dihasilkan.

Selain itu Dr. Indriyani Rachman Selaku (Environmental Engineering Kitakyushu University Jepang) memaparkan beberapa pembahasan dan berpesan sebaiknya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi mensinkronkan kurikulum Pendidikan dengan Pendidikan lingkungan. "Di sekoalah-sekolah sebaiknya' mengajarkan anak-anak bahaya sampah dan bagaiamana mengolala sampah mulai sedari kecil agar terbentuknya budaya mengelola sampah yang baik ditengah masyarakat,” paparnya.

Bagikan