Ekonomi Korea Utara Meningkat
Bagikan

PUBLIKSATU – Ekonomi Korea Utara tumbuh untuk pertama kalinya karena kondisi cuaca yang lebih baik. Sehingga mendorong musim tanam dan menghasilkan panen yang melimpah.
“Tetapi sanksi yang diberlakukan untuk menghentikan ambisi nuklirnya membuat manufaktur Korut tetap lemah,” menurut bank sentral Korea Selatan seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (1/8).
Produk domestik bruto (PDB) Korea Utara tahun lalu naik 0,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya ketika ekonomi menderita kontraksi terbesar dalam 21 tahun sebagai akibat dari kekeringan dan sanksi. Korea Utara sendiri tidak pernah mempublikasikan data ekonominya sendiri.
Korea Utara telah berada dalam belenggu sanksi PBB sejak 2006 terkait program rudal balistik dan nuklirnya. Dewan Keamanan (DK) PBB telah memperketat langkah-langkah dalam beberapa tahun terakhir.
Bank Of Korea mencatat sektor konstruksi juga berubah positif tahun lalu seperti halnya sektor kehutanan dan perikanan. Sementara kontraksi dalam pertambangan dan manufaktur menyempit.
Korea Utara dilarang mengekspor batubara, besi, dan timah sebagai akibat dari sanksi yang diberlakukan pada tahun 2017. Perdagangan tekstil yang pernah menjadi ekspor utama, masih dilarang.
Jam dan Rambut Palsu jadi Andalan