Berita Terkini
Olahraga

Liga 2, PSIM dan Persis Jadi Perhatian PT LIB

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 3 Agustus 2020 14:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Liga 2, PSIM dan Persis Jadi Perhatian PT LIB
Suporter masuk ke dalam lapangan saat terjadi kerusuhan dalam pertandingan Liga 2 musim lalu antara PSIM melawan Persis di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta. (Guntur Aga Tirtana.Radar Jogja)

PUBLIKSATU, BOLA – PT LIB rupanya sedang fokus ke Liga 2. Rencananya, kasta kedua kompetisi sepak bola tanah air itu juga digelar awal Oktober mendatang. Namun, hingga saat ini, pembagian grupnya masih buram.

Apalagi, pembagian grup Liga 2 tidak hanya mempertimbangan aspek kedaerahan. Rivalitas antartim juga jadi salah satu perhatian khusus. Sebut saja rivalitas PSIM Jogjakarta dan Persis Solo. Pertemuan kedua tim selalu panas. Baik di dalam maupun di luar pertandingan.

Tak mau gegabah, LIB ingin benar-benar ’’memisahkan’’ PSIM dan Persis lagi untuk lanjutan Liga 2. Wacana mengubah format Liga 2 menjadi empat grup dengan sistem home tournament juga tampaknya tetap membuat PSIM dan Persis jadi catatan khusus.

Direktur Operasional LIB Sudjarno menerangkan, pembagian empat grup memang direncanakan berfokus pada kedaerahan. Artinya, satu grup dari Sumatera, dua dari Jawa, sisanya di Kalimantan. ’’Proses pembagian grup ini adalah masukan dari tim-tim peserta. LIB mencoba mengakomodasinya,’’ bebernya.

Dia tidak menampik ada beberapa tim yang akan mendapat catatan khusus. Tapi, tetap tidak akan mengubah sikap fair play yang bakal dihadirkan di lanjutan Liga 2. ’’Ya untuk PSIM dan Persis tentu juga akan kami pertimbangkan mengingat fakta-fakta yang terjadi sebelumnya,’’ paparnya.

Tentu Sudjarno masih ingat bagaimana kedua tim bertemu musim lalu. Tepatnya pada 21 Oktober ketika PSIM menjamu Persis di Stadion Mandala Krida. Selain pertandingan yang bertensi tinggi, kerusuhan di luar stadion tidak terhindarkan saat itu.

PT LIB tidak mau hal itu terulang. Apalagi, lanjutan kompetisi Liga 2 akan berlangsung dengan protokol ketat. Artinya, setiap tindakan suporter benar-benar akan dipantau dan diharap tidak mengganggu protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Bagikan