Belum Berdamai, Tiongkok Dituding Kacaukan Pemilu AS Lewat Serangan Siber
Bagikan

PUBLIKSATU – Tiongkok dituding mengacaukan Pemilu 2020 Amerika Serikat melalui serangan Siber.
“Peretas yang terkait dengan pemerintah Tiongkok telah menargetkan infrastruktur pemilu AS menjelang pemilihan Presiden 2020,” kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O’Brien, Minggu (9/8).
Komentar O’Brien juga mendukung pernyataan yang dirilis pada Jumat (7/8) oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional yang juga menuduh Tiongkok telah memperluas upaya pengaruhnya tetapi tidak secara khusus menuduh Beijing melakukan upaya peretasan terhadap sistem terkait Pemilu AS. Namun, intelejen AS menuduh Tiongkok ingin Donald Trump sebagai incumbent, kalah dalam Pemilu.
“Mereka ingin Presiden Trump kalah,” kata O’Brien di CBS’s Face the Nation.
“Tiongkok, seperti Rusia, seperti Iran. Mereka telah terlibat dalam serangan dunia maya dan phishing dan hal-hal semacam itu sehubungan dengan infrastruktur Pemilu kami, sehubungan dengan situs web dan semacamnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Tiongkok secara konsisten membantah klaim pemerintah AS yang meretas perusahaan, politisi, atau lembaga pemerintah AS. Tiongkok membantah ikut campur Pemilu.
“Pemilihan Presiden AS adalah urusan internal, kami tidak tertarik untuk ikut campur di dalamnya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang pada April lalu.