Puncak Musim Kemarau, Penyebab Suhu di Sultra
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Adanya rasa dingin yang dirasakan beberapa masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada malam hari, disebakan oleh adanya puncak musim kemarau yang melanda Sultra.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Maritim Kendari, suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (bulan Juli - Agustus).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari melalui Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kendari Adi Istiyono,(12/8).
"Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia, sehingga menyebabkan pergerakan massa udara yang bersifat dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan," ungkap Adi Istiyono.
Sambungnya, adanya tekanan udara tersebut yang sudah dijelaskan diatas, sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hari di wilayah indonesia.
"Dengan penurunan suhu tersebut, berimplikasi pada tutupan awan yang sedikit atau bahkan tidak ada. Karena bumi membutuh tutupan awan pada malam hari, untuk melindungi dari pelepasan panas yang diserap pada siang hari kemudian dilepaskan pada malam hari. Dimana, saat melepas panas, konsekuensinya suhu bumi menjadi turun. Sehingga pada malam hari terasa lebih dingin," tutupnya. (publiksatu)