Berita Terkini
Olahraga

Bursa Transfer dan Penghapusan Degradasi Dalam Regulasi Lanjutan Liga 1 2020

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 14 Agustus 2020 16:00 WIB · 2 menit baca
Bursa Transfer dan Penghapusan Degradasi Dalam Regulasi Lanjutan Liga 1 2020

PUBLIKSATU, BOLA – PT LIB akhirnya memaparkan poin mana saja yang diamandemen dalam regulasi untuk lanjutan Liga 1. Setidaknya, ada tujuh poin penting yang sudah diamandemen. Tujuh poin itu sudah dipaparkan kepada 18 klub peserta. Termasuk soal tetap dibukanya bursa transfer menjelang kompetisi hingga tanpa degradasi.

Ternyata, amandemen regulasi Liga 1 tersebut direspons positif oleh beberapa klub. PSIS Semarang misalnya. CEO PSIS Yoyok Sukawi menyebut amandemen itu sebagai kesimpulan saran dari klub peserta. ”Itu semua klub yang minta. Waktu di awal membahas rencana melanjutkan kompetisi, klub ada meeting sendiri,” ungkapnya.

Karena itu, baginya tidak ada masalah soal amandemen. Justru amandemen tersebut disusun untuk memudahkan klub peserta dalam melanjutkan kompetisi. Memberikan kelonggaran agar masalah yang datang ketika berkompetisi di masa pandemi bisa tereduksi.

Walau setuju, Yoyok menegaskan bahwa PSIS tidak akan memanfaatkannya. Terutama soal bursa transfer. ”Kami tidak akan merekrut pemain baru dan melepas. Jadi, kami sudah siap dengan skuad yang ada,” bebernya.

Hal senada disampaikan Persiraja Banda Aceh. Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani memilih fokus soal subsidi. Bagi dia, regulasi diubah bagaimanapun, jika subsidi tetap tidak memuaskan, pastinya akan menghambat tim dalam melanjutkan kompetisi.

Laskar Rencong (julukan Persiraja) tetap berpegang pada komitmen agar subsidi di atas Rp 1 miliar. Angka tersebut merupakan hitung-hitungan timnya untuk biaya operasional dalam melanjutkan kompetisi.

”Masih di Rp 800 juta terakhir manager meeting. Itu sangat sedikit untuk pembiayaan tim,” katanya.