Berita Terkini
Internasional

Dua Dokter di Jepang Didakwa Atas Dugaan Pembunuhan dengan Persetujuan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 15 Agustus 2020 15:40 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Dua Dokter di Jepang Didakwa Atas Dugaan Pembunuhan dengan Persetujuan
Ilustrasi dokter

PUBLIKSATU – Dua dokkter di Jepang didakwa atas dugaan pembunuhan dengan persetejuan korban.

Jaksa penuntut Jepang pada Kamis (13/8) mendakwa dua dokter dengan dugaan melakukan suntik mati (eutanasia) pada dan atas permintaan seorang perempuan berusia 51 tahun penderita penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) stadium akhir.

Kedua dokter tersebut, Yoshikazu Okubo (42), operator sebuah klinik medis di Kota Natori, Prefektur Miyagi, dan Naoki Yamamoto (43), seorang dokter yang bekerja di Bangsal Shinagawa Tokyo, ditahan pada Juli.

Mereka ditahan karena diduga memberikan obat penenang barbiturat dalam dosis mematikan atas permintaan Yuri Hayashi di rumahnya di Prefektur Kyoto pada November tahun lalu.

Hayashi telah menderita ALS sejak tahun 2011. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig itu merupakan suatu penyakit degeneratif neurologis progresif yang membuat pasien lumpuh.

Sebelum kematiannya, Hayashi diyakini mentransfer 1,3 juta yen (1 yen = Rp139) ke rekening bank Yamamoto, menurut sumber investigasi.

Sekitar sebulan sebelum Hayashi meninggal, Okubo diyakini membeli obat penenang barbiturat, yang ditemukan dalam tubuh Hayashi setelah kematiannya.

Bagikan