Cek Suhu, Arif Tasila: Harus Ada Tindak Lanjutnya

PUBLIKSATU, BAUBAU - Penerapan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 turut ditanggapi Kepala SMAN 4 Baubau. Menurutnya, protokol kesehatan harus ada tindak lanjutnya.
Arif Tasila mengungkapkan, proses belajar mengajar siswanya tetap berjalan seperti biasanya. Hanya saja, kendala yang dihadapi siswanya tetap ada ketika memasuki semester awal selama Covid-19.
Dikatakan pula, persoalannya bukan dikarenakan dana tidak bisa diupayakan. Melainkan hanya sekedar pemberitaan di media bahwa ada keputusan Menteri mengenai penggunaan dana BOS. Kata dia, keputusan itu tidak serta merta dilakukan melainkan ada surat resmi.
"Kadang tanya teman kebijakan apa ini kita tempuh, ini masyarakat dia tidak mau tahu sudah ada uang atau tidak. Kita sepakat kasih dulu utamanya kelas satu supaya bisa kita rangkul secepatnya," tukasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah selalu siap siaga mengirimkan pulsa kepada siswa. Sehingga siswa dapat aktif belajar di rumah dan mengerjakan tugas-tugas yang dikirim oleh gurunya. Disamping itu, siswa mendapat bantuan Rp 195 ribu sesuai janji dari Dinas Pendidikan Provinsi Sultra.
"Persoalannya pertama anak-anak ini, terutama Hp androidnya yah. coba kita berhitung anak-anak sekolah, kalau setiap hari saja naik ojek Rp 10 ribu pulang pergi kalau sudah satu bulan sudah Rp 300 ribu. Hanya tiga bulan sudah bisa dapat Hp android satu sudah bisa bermain," tambahnya.
Ia menjelaskan, siswa tidak repot-repot harus menggunakan seragam sekolah, makanan dan sebagainya. Selain Hp adroid, kedua yakni masalah jaringan yang menjadi faktor penghambat belajar siswa secara daring. Meskipun begitu, orang tua siswa bukan tidak peduli melainkan diperhatikan.