OKI Enggan Berbaikan dengan Israel
Bagikan

PUBLIKSATU, RIYADH – Israel hingga kini belum mengakhiri pendudukannya di tanah Arab dan Palestina. Hal inilah yang menyebabkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) enggan menormalisasi hubungan dengan negara tersebut.
Padahal di sisi lain, hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel sedang membaik.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Yousef Al-Othaimeen menegaskan, bahwa tidak akan ada normalisasi hubungan dengan Israel selama Israel belum mengakhiri pendudukannya di tanah Arab dan Palestina.
“Membangun hubungan normal antara negara-negara anggota organisasi (OKI) dan negara pendudukan Israel tidak akan tercapai sampai akhir pendudukan Israel atas tanah Arab serta Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk al-Quds (Yerusalem),” kata Yousef, dikutip laman Anadolu Agency, Selasa (25/8).
Yousef menekankan, bahwa perjuangan Palestina adalah masalah inti bagi OKI. Dia menyebut Inisiatif Perdamaian Arab yang dicetuskan pada 2002 merupakan pilihan strategis dan solusi untuk menyelesaikan konflik Arab-Israel.
“Inisiatif Perdamaian Arab disahkan pada KTT Arab di Beirut, Lebanon pada 2002. Inisiatif tersebut mengusulkan pembentukan hubungan normal antara negara-negara Arab dan Israel. Namun Israel harus terlebih dulu menarik diri dari semua tanah yang didudukinya sejak 1967,” tuturnya.
Pemerintah Israel telah berulang kali menyatakan, penolakan atas inisiatif tersebut dan menyerukan adanya perubahan mendasar di dalamnya. Pada 13 Agustus lalu, Israel berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA).