Pesta Adat Ma Ata A, Warisan Budaya Masyarakat Buton yang Masih Terjaga

Setiap tahunnya, Masyarakat suku Cia-cia Laporo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar pesta adat Ma Ata A (bersenang-senang) karena berhasil dalam masa panen musim timur dan musim barat.
Pesta adat ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu, yang dimulai atas izin dan kebijakan Sultan Buton saat itu.
Laporan: Darno Ufatma/Publiksatu.co
Ma ata'a merupakan pesta adat masyarakat suku cia cia Laporo. Pesta ini merupakan bentuk rasa terima kasih karena berhasil dalam masa panen. Pesta adat ini biasanya di gelar menjelang masa tanam berikutnya.
Beberapa kelompok sosial masyarakat yang berada di Buton khususunya kelompok adat suku Cia-Cia Laporo masih melestarikan budaya ini, misalnya yang sering dilakukan oleh masyarakat adat Kelurahan Bugi dan Kelurahan Karya Baru yang berada di Kecamatan Sorawolio, Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini biasa diselenggarakan pada tempat berkumpulnya masyarakat dan tokoh adat di desa itu yang biasa disebut "Baruga" (Balai Rumah Tangga).
Acara tersebut bukan hanya dihadiri oleh para tokoh adat dan masyarakat setempat, tetapi juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti dari unsur pemerintah setempat bahkan dari wisatawan mancanegara.