Berita Terkini
Nasional

PDIP Dengan Pancasila Tidak Ada Relevansi, Politisi PAN: Saya Harap Puan Maharani Tidak Lagi Berstatement Yang Menyakiti Hati Masyarakat

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Jumat, 4 September 2020 16:53 WIB · 2 menit baca
Bagikan
PDIP Dengan Pancasila Tidak Ada Relevansi, Politisi PAN: Saya Harap Puan Maharani Tidak Lagi Berstatement Yang Menyakiti Hati Masyarakat

PUBLIKSATU - Sejumlah tokoh asal Sumatera Barat geram dengan pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani. Ketua DPR RI itu mengatakan, 'Semoga Sumbar dukung negara Pancasila'.

Anggota DPR RI asal Sumbar, Guspardi Gaus, menyayangkan kalimat tersebut terlontar dari kader sebuah partai besar di Indonesia. Dia pun mengingatkan Puan untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di ranah publik.

“Ke depan kita berharap jangan terjadi lagi, ucapan yang menyakiti dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat, masyarakat apapun. Karena kita jadi pejabat negara ini, omongan kita itu di-bully dsb,” kata Guspardi seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/9).

“Saran saya, berharap supaya Ibu Puan dalam mengeluarkan statement untuk berhati-hati,” imbuhnya.

Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pernyataan Puan seakan-akan menyiratkan bahwa PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai Pancasila. Secara tegas, Guspardi tidak sepakat dengan pernyataan Puan dan Megawati soal Sumbar saat pengumuman cagub cawagub di Pilkada Serentak 2020 tahap V secara virtual.

“Itu beda yang dikeluhkan Ibu Mega kenapa belum juga orang Minang orang Sumatera Barat kepada PDIP. Lain, jangan samakan PDIP dengan Pancasila. Enggak ada relevansinya. Ibu Mega kan jelas mengatakan, di virtual itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Puan Maharani mengumumkan nama Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung PDIP di Pilkada Sumatera Barat 2020. Meskipun keduanya itu bukan dari PDIP, Puan berharap pasangan Mulyadi-Ali bisa memenangkan pilkada di Ranah Minang.

Bagikan