Jika Perusahaan BUMN Beli Barang Dan Jasa Dari UMKM, Perekonomian Nasional Pasti Meningkat
Bagikan

PUBLIKSATU - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN untuk membeli produk barang dan jasa dari pelaku mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang tengah lesu akibat pandemi Covid 19. Krisis pandemik Covid-19 bukan hanya menghantam korporasi atau perusahaan-perusahaan besar, tapi juga kepada pelaku usaha UMKM. Berbagai stimulus sudah disiapkan pemerintah untuk menolong para pelaku UMKM.
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, mengapresiasi dan menyambut baik langkah pemerintah membelanjakan anggaranya terhadap barang dan jasa untuk produk UMKM. Dengan jumlah UMKM yang tersebar merata di kabupaten/kota di seluruh Indonesia, kata dia, otomatis berdampak kepada perekonomian yang akan turut meningkat.
“Kita mengapresiasi dan menyambut baik, karena UMKM kan itu jumlahnya banyak dan tersebar di seluruh kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia, otomatis kalau diberikan peluang pasar oleh BUMN atau pemerintah maka dengan sendirinya dampak kepada perekonomian di Indonesia itu pasti meningkat,” ujar Ikhsan, kepada wartawan, Selasa (8/9).
Menurut Ikhsan, dengan adanya permintaan dari perusahaan plat merah untuk membeli produk UMKM maka akan ada perputaran uang yang mengalir dan menghidupkan UMKM serta produk domestik bruto (PDB) juga akan terkerek naik.
“Produk domestik bruto yang mengikuti daripada proyek tersebut, dengan adanya spend atau belanja daripada UMKM kepada kebawahnya maka dengan sendirinya ikut mengerek perekonomian,” katanya.
Ikhsan menambahkan, UMKM juga harus memanfaatkan secara maksimal marketplace digital aplikasi program pasar digital (PaDi) untuk UMKM yang telah di launching oleh Kementerian BUMN pada tanggal 17 Agustus 2020 kemarin.