AS Tamrin Tegaskan Seleksi CPNS Tanpa Dipungut Biaya: Jangan Tergoda dengan Iming-iming

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH menegaskan dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak ada pembayaran dalam bentuk apapun. Hal ini ia sampaikan saat membuka dengan resmi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang di selenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kota Baubau di Gedung Maedani Betoambari, Selasa (15/09/2020).
AS Tamrin mengungkapkan, bahwa yang menentukan kelulusan para peserta SKB adalah tergantung pada kemampuan masing- masing peserta. Menurutnya, tidak ada istilah jatah-jatah atau dukung mendukung dalam seleksi CPNS tersebut. Untuk itu, agar para peserta tidak tergoda dengan iming-iming dari siapapun yang menjanjikan kelulusan atas nama pejabat pemerintah daerah.
AS Tamrin mengingatkan, pada para peserta agar memperhatikan soal-soal ujian dengan seksama dan tidak terburu-buru serta tidak lupa berdoa sebelum mulai menjawab soal.
“Yang menentukan saudara-saudara lolos atau tidak hanyalah tergantung kemampuan diri sendiri. Tidak ada satu kekuatan apapun yang bisa membantu saudara-saudara bahkan saya sendiri sebagai walikota tidak bisa ber buat apa-apa. Apalagi nanti kalau diluar ada yang mengiming-imingi dengan menjanjikan kelulusan kemudian diminta membayar, semua itu tidak benar, semua itu bohong," ujarnya.
Wali Kota dua periode ini juga mengimbau pada para peserta untuk bijaksana dalam menerima dan menyampaikan informasi saat bermedia sosial. Pasalnya, banyaknya isu-isu hoax yang berkembang di tengah-tengah masyarakat melalui media sosial semakin tidak bisa terbendung.
Untuk itu, ia berharap agar generasi muda Baubau dapat menyaring segala informasi yang ada dengan mengutamakan moralitas dan etika ber komunikasi serta tidak muda menyebar fitnah atau menghujat.
“Saya ingatkan untuk bermoral yang baik, jangan finah orang lain, jangan menghujat orang, jangan kriminalisasi dan jangan menyebarkan Hoax. Pintar-pintarlah bermedia sosial, karena jika suka menghujat atau menfitnah orang itu artinya tidak memiliki moral yang baik”, tegasnya.