Nasional

Seorang Ibu Tega Bunuh Anak Kandung Akibat Sulit Ikut PJJ, DPR: Kemendikbud Dan Disdik Di Seluruh Indonesia Harus Pantau Pelaksanaan PJJ

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Kamis, 17 September 2020 03:15 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Seorang Ibu Tega Bunuh Anak Kandung Akibat Sulit Ikut PJJ, DPR: Kemendikbud Dan Disdik Di Seluruh Indonesia Harus Pantau Pelaksanaan PJJ

PUBLIKSATU - Kasus pembunuhan anak di Kota Tangerang akibat dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) memicu keprihatinan mendalam Komisi X DPR RI. Kasus tersebut menunjukkan jika metode pembelajaran banyak memberikan dampak negatif dan membutuhkan penanganan lebih serius dari pemangku kepentingan terkait.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Dinas Pendidikan (Disdik) di seluruh Indonesia harus benar-benar memantau pelaksanaan PJJ.

"Karena banyaknya kendala yang bisa memberikan tekanan psikis terhadap siswa, orang tua siswa, maupun para guru. Kasus pembunuhan anak oleh seorang ibu yang kesal akibat anak kesulitan mengikuti PJJ harus menjadi peringatan keras bagi kita semua," ujar Syaiful Huda, dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Dia menjelaskan, model pembelajaran jarak jauh memang mempunyai banyak kendala. Baik dari rendahnya literasi digital di sebagian besar ekosistem pendidikan nasional, keterbatasan kuota data, belum solidnya metode pembelajaran jarak jauh, hingga tidak meratanya sinyal internet di berbagai wilayah Indonesia.

"Berbagai kendala ini menciptakan tekanan psikologis yang lumayan besar bagi para siswa, guru, dan orang tua siswa," kata Huda.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah dengan kondisi sosial ekonomi yang kian berat sebagai dampak pandemi Covid-19. Banyaknya pemutusan hubungan kerja, pemotongan gaji, hingga hilangnya kesempatan berusaha juga yang dialami sebagian orang tua siswa juga membuat beban hidup kian berat.

"Maka bisa jadi berbagai tekanan tersebut menciptakan ledakan emosional jika dipicu hal-hal yang terkesan sepele seperti anak yang tidak cepat mengerti saat melakukan pembelajaran jarak jauh," tuturnya.

Bagikan