41 Nakes Sultra Terpapar Covid-19, 9 Orang Dalam Perawatan, 32 Orang Sembuh
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Tidak main-main terhitung hingga Bulan September 2020, sebanyak 41 orang tenaga kesahatan (Nakes) atau tim medis yang ada di Sultra terpapar positif Covid-19.
Dari 41 orang tim medis tersebut sebanyak sembilan orang masih dalam perawatan dan 32 orang tim medis lainnya dinyatakan sembuh. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra, dr Agus Purwo SpAn saat dihubungi via telepon, Senin (21/9).
"Dari jumlah 41 orang tim medis tersebut, sudah termasuk Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara di dalamnya. Dari kesemua yang terindikasi tersebut sudah dilakukan Swab, dan sebelum hasil Swabnya keluar ada yang sudah melakukan isolasi mandiri. Diantara yang terpapar, ada beberapa yang tidak bergejala namun semua kita lakukan swab dan beberapa diataranya positif maka semuanya telah di isolasi," terangnya.
Dari beberapa orang yang terpapar Covid-19 tersebut, kata Agus, ada beberapa yang dirawat di RS Bahteramas dan ada juga yang diisolasi mandiri. Pihaknya juga, sudah melakukan rapat bersama Sekda Provinsi Ir. Hj. Endang Abbas dengan usulan peningkatan pemeriksaan diagnosis dengan PCR.
"Saat ini, melihat ketidak perdulian masyarakat terkait protokol kesehatan dan sudah mengacuhkannya, jadi kami telah mengusulkan untuk bagaimana askses masuk dalam wilayah Sulawesi Tenggara untuk lebih dibatasi. Minimal peningkatan pemeriksaan rapid tes untuk skrip mereka para pengunjung yang akan masuk dalam wilayah Sultra ada pembatasan. Serta pembatasan serta mengurai tiktik kumpul yang ada dilingkungan masyarakat," tandasnya.
Dari pihak IDI Sultra, lanjutnya, berharap ada langkah kongkrit dari pihak pemerintah daerah. Pasalnya, sampai Bulan September 2020 ini, banyak teman sejawat tim kesehatan yang terkonfirmasi positif. Apalagi sebagai pelayanan kesehatan yang selama ini, menjadi benteng terakhir dan mulai jatuh dikarenakan kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penegakan protokol kesehatan lagi.
"Kami juga berharap bantuan masyarakat agar lebih peduli dan sadar diri bahwasanya Covid-19 ini belum selesai. Apalagi sampai saat ini, kebanyakan tenaga kesehatan sudah mulai stres dan hanya berharap pada Alat Pelindung Diri (APD) dan selalu berusaha dan berdoa pada yang maha kuasa. Namun, percumabsaja ada peningkatan APD, akan tetapi jika seluruh masyarakat tidak peduli terhadap protokol kesehatan," tegasnya.