MTQ Virtual
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
DALAM sejarah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), kali ini paling beda. Dilaksanakan secara virtual.
Virtual adalah solusi masa pandemi. Kegiatan jalan, namun pada saat yang sama rantai Covid-19 bisa diputuskan.
Bisa dibayangkan, peserta dari 17 kabupaten/kota kumpul. Tentu menghawatirkan. Bertentangan dengan prinsip protokol kesehatan untuk melakukan sosial distancing atau jaga jarak.
Maka dunia maya adalah saluran yang paling realistis digunakan. Semua peserta, panitia, official harus akrab dengan dunia maya.
Dulu MTQ secara teknis hanya mengandalkan daya listrik, sekarang mesti dibackup dengan informasi teknologi (IT). Bahkan boleh jadi IT lebih tinggi lagi kastanya.
Namun demikian, esensi MTQ tidak boleh hilang. Menghidupkan Al-Qur'an. Jangan digunakan hanya untuk mengusir setan.